Mainan Tradisional Truk Oleng Lahirkan Kreativitas

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Gunakan bahan-bahan sederhana sejumlah anak-anak terlihat asik menarik miniatur truk oleng. Adrian,salah satu anak di Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan membuat sendiri mainan miliknya. Memakai bahan kayu randu, kertas kardus, plastik, karet.

Minatur truk oleng sebut Adrian dibuat dengan melihat contoh yang telah dibeli. Satu miniatur truk oleng dibeli seharga Rp150.000 hingga Rp300.000 sesuai ukuran. Setelah dibelikan sang ayah ia berkreasi membuat miniatur truk oleng dengan mencontoh permainan yang sedang digandrungi anak anak itu. Tanpa harus membeli ia memiliki tambahan koleksi miniatur truk oleng.

Istilah truk oleng diakui Adrian meniru kendaraan truk yang bergerak meliuk-liuk saat dikemudikan sopir. Memakai suspensi khusus dan kemahiran sopir truk oleng kerap ditemui anak-anak di sepanjang Jalan Lintas Timur Sumatera. Sejumlah pembuat mainan miniatur truk lalu membuat model truk yang bisa oleng. Meski awalnya membeli ia dan teman sebaya bisa membuatnya.

“Membuat mainan miniatur mobil dari kayu sudah hal biasa bagi anak-anak di pedesaan, hanya saja variasi agar miniatur truk bisa oleng membutuhkan pegas pada bagian ban, karet namun saat dijalankan tidak ambruk hanya terlihat oleng,” terang Adrian saat ditemui Cendana News, Minggu (27/9/2020).

Adrian yang duduk di bangku sekolah dasar mengaku sejak pandemi Covid-19 memiliki banyak waktu di rumah. Seusai melakukan pelajaran jarak jauh (PJJ) dan hari libur ia kerap bermain truk oleng dengan teman sebaya. Ia memilih menambah koleksi mainan truk oleng dengan cara membuatnya sendiri dibantu sang ayah.

Penggunaan bahan kayu randu jadi pilihan karena ringan untuk bahan bak miniatur truk. Ia bahkan sempat mengorbankan salah satu miniatur truk seharga ratusan ribu untuk dibongkar. Usai dibongkar ia mencontoh setiap bagian minatur truk sehingga bisa membuat tiruannya. Butuh waktu dua hari hingga miniatur truk oleng bisa digunakan.

“Variasi pemakaian kardus untuk bak membuat bahan bekas bisa dimanfaatkan sebagian memakai sendal untuk ban,” cetusnya.

Adrian (kiri) memanfaatkan kayu dan kardus untuk membuat mainan truk oleng yang sedang digandrungi anak-anak di wilayah Kecamatan Ketapang Lampung Selatan, Minggu (27/9/2020). -Foto Henk Widi

Proses pembuatan miniatur truk oleng saat ini lebih mudah karena ia bisa belajar dari Youtube. Membuat permainan miniatur truk oleng menjadikan ia bisa lebih kreatif. Memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh miniatur truk oleng jadi sarana untuk sosialisasi dengan teman sebaya. Ia kerap bekerja sama dengan rekannya untuk membuat miniatur truk oleng.

Usai miniatur truk oleng dibuat jalan desa beraspal jadi tempat bermain. Akses jalan yang jarang dilintasi kendaraan besar dengan tanjakan dan turunan jadi lokasi favorit anak anak. Cara memainkan miniatur truk oleng sebutnya cukup mudah. Tongkat diberi pengait untuk menarik tali disiapkan pada bagian depan miniatur truk oleng.

Lihat juga...