Mantan Pasien: Terkena Covid-19 Itu Sakitnya Luar Biasa

Editor: Koko Triarko

PURWOKERTO – Salah satu anggota DPRD Banyumas yang terkonfirmasi positif Covid-19, Imam Santoso, mengaku sempat mengalami kritis dan hanya bisa terbaring. Namun, berkat perawatan medis yang cekatan dan keyakinan untuk sembuh serta doa yang tak pernah terputus, saat ini ia sudah sembuh dan bisa beraktivitas kembali.

Imam Santoso terkonfirmasi positif Covid-19 usai perjalanan kunjungan kerja dari Tasik, Jawa Barat. Dalam perjalanan, ia berada satu mobil dengan salah satu anggota DPRD Banyumas lainnya yang baru saja menjemput suaminya dari Jakarta, karena suaminya tersebut positif Covid-19.

“Sepulang dari kunja, saya merasa badan saya panas-dingin, waktu itu kebetulan saya juga sedang sakit maag, sehingga sampai tiga hari tidak mau makan. Akibatnya, kondisi tubuh menjadi lemah dan Covid-19 sangat mudah masuk jika kondisi fisik kita lemah,” jelasnya, Minggu (20/9/2020).

Akibat sakit tersebut, Imam Santoso kemudian memeriksakan diri ke Rumah Sakit Geriyatri Purwokerto. Pada saat pemeriksaan tersebut, dokter melakukan swab test dan hasilnya positif.

Imam Santoso mengaku sangat terpukul saat divonis positif Covid-19, sebab selama ini ia sudah merasa menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. Bahkan, saat perjalanan kunja, satu mobil juga hanya berisi 3 orang anggota DPRD dan satu sopir.

“Saya sempat merasa sangat terpukul. Namun, saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Margono Soekardjo Purwokerto, alhamdulillah tim dokter dan perawat sangat baik, mereka tidak hanya memberikan pengobatan, namun juga memberikan support mental, sehingga saya kembali bersemangat untuk sembuh,” tuturnya.

Pada hari ke tiga menjalani perawatan di rumah sakit, Imam Santoso kondisinya drop dan kritis. Ia tidak mampu duduk dan hanya bisa terbaring. Saat itu, kondisi oksigen dalam darahnya hanya 85 persen, seharusnya kondisi normal oksigen dalam darah 90 persen. Akibatnya, fisiknya menjadi lemah dan mengalami sesak napas.

“Dalam kondisi drop, support dan dukungan dari keluarga, kerabat serta tim medis sangat membantu. Dalam kondisi sesak napas, di mana napas saya sudah tersengal-sengal, saya terus berdoa dan bersholawat. Saya berkeyanikan, bahwa Tuhan akan mendengarkan dan mengabulkan doa umat-Nya yang bersunggung-sungguh memohon,” katanya.

Berkat keyakinan dan semangatnya untuk sembuh, pada kondisi Imam Santoso berangsur membaik. Dan, pada swab test ke dua, ia bahkan sudah dinyatakan negatif dan diperbolehkan pulang.

“Terkena Covid-19 itu sakitnya luar biasa, saya merasa perlu untuk membagikan pengalaman saya ini, supaya masyarakat Banyumas lebih waspada dan jangan sampai melanggar protokol kesehatan, selalu gunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.” pesannya.

Bupati Banyumas, Achmad Husein yang juga terus memantau kondisi 4 anggota DPRD Banyumas yang positif Covid-19 pada akhir bulan Agustus lalu, mengatakan, ia mengetahui saat kondisi Imam Santoso kritis. Namun, berkat semangat dan keyakinannya untuk sembuh, serta doa yang tidak pernah putus dan dukungan keluarga, yang bersangkutan bisa sembuh.

“Saya berharap ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Banyumas, sehingga tumbuh kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan. Sehingga memakai masker karena kesadaran sendiri untuk menjaga kesehatan, bukan hanya karena ada razia masker,” kata Husein.

Lihat juga...