Masa Pandemi Aktivitas Olahraga Wajib Patuhi Prokes

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Sejumlah kelompok atau komunitas olahraga di wilayah Yogyakarta, berkomitmen untuk tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan (prokes) setiap kali menyelenggarakan kegiatan di tengah masa pandemi Covid-19 saat ini.

Hal itu sesuai anjuran pemerintah melalui Satgas Penanggulangan Covid-19 sesuai Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) HK.01.07-MENKES382-2020 tentang Protokol Kesehatan Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan COVID-19, yang dikeluarkan pada 19 Juni 2020.

Salah satunya seperti dilakukan kelompok perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) wilayah Sleman Yogyakarta. Dewan pengurus PSHT Sleman, Sri Hartoko, mengatakan kegiatan olahraga seperti Pencak Silat memang mampu meningkatkan kebugaran dan imunitas tubuh setiap orang.

Dewan pengurus PSHT Sleman, Sri Hartoko saat ditemui di, padepokan PSHT, Dusun Jirak, Bokoharjo, Prambanan, Sleman Jumat (18/9/2020). Foto: Jatmika H Kusmargana

Namun bukan berarti, setiap kegiatan olahraga bisa mengabaikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Hal itu karena pelaksanaan protokol kesehatan tidak hanya untuk mencegah penularan secara individu namun juga seluruh lingkungan kelompok masyarakat.

“Jika kita rutin berolahraga minimal tubuh kita memiliki imunitas yang bagus. Namun kan bukan berarti, kita tidak bisa menularkan virus ke orang lain dengan menjadi carrier. Karena itu, mematuhi protokol kesehatan harus tetap kita lakukan seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, dan sebagainya,” katanya di padepokan PSHT, Dusun Jirak, Bokoharjo Prambanan, Sleman, Jumat (18/9/2020).

PSHT sendiri menegaskan mewajibkan seluruh anggota perguruannya baik itu siswa/murid, guru, maupun pengurus untuk mematuhi protokol kesehatan dalam setiap melakukan kegiatan seperti latihan rutin. Hal itu sudah menjadi keputusan seluruh pengurus PSHT DIY selama masa pandemi Covid-19 ini.

“Kita rutin latihan dalam seminggu sebanyak 3 kali pertemuan. Di situ kita tetap menerapkan protokol kesehatan. Walaupun kita sedang melakukan kegiatan yang bisa dibilang merupakan salah satu bagian dari olahraga,” katanya.

Dengan rutin berolahraga dan menerapkan protokol kesehatan secara benar, dikatakan Hartoko, hingga saat ini belum ada satupun anggota PSHT di wilayah Sleman maupun Daerah Istimewa Yogyakarta yang terkena Covid-19. Padahal jumlah anggota PSHT di wilayah DIY sampai saat ini mencapai 5000 orang lebih.

“Ini juga menjadi bukti bahwa berolahraga menjadi sangat penting untuk dilakukan masyarakat. Sehingga tubuh kita selalu bugar dan imunitas meningkat. Yang pada akhirnya kita tidak akan mudah terserang virus ataupun penyakit lainnya,” pungkasnya.

Lihat juga...