Masa Pandemi Masyarakat Bisa Memanfaatkan Lahan Kosong

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SIJUNJUNG – Pemanfaatan lahan kosong dinilai dapat memberikan nilai ekonomi yang bagus tak terkecuali bagi sekelompok keluarga. Dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, mengolah lahan kosong hal bermanfaat yang bisa dilakukan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumatera Barat, Syafrizal, mengatakan untuk meningkatkan produktivitas usaha tani khususnya di bidang perkebunan, para petani harus manfaatkan pekarangan dan lahan (P2L).

Tidak hanya itu, masyarakat juga bisa memanfaatkan lahan terlantar demi memperkuat ketahanan pangan di daerah. Karena sektor pertanian dan perkebunan terbukti tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19.

“Program pemanfaatan pekarangan dan lahan (P2L) sangat penting di tengah pandemi Covid-19 dalam hal ketahanan pangan,” ucap Jejeng panggilan akrab, Selasa (1/9/2020).

Menurutnya, memanfaatkan lahan tidur akan menghasilkan komoditas yang menjadi kebutuhan konsumsi masyarakat. Kepedulian Pemprov Sumbar terhadap pertanian sangatlah positif dan sangatlah dirasakan di tengah kehidupan masyarakat.

“Ada sejumlah bibit tanaman produksi yang dibagikan bagi masyarakat di Sijunjung. Dengan harapan mereka bisa tetap produktif,” jelas dia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, saat kedatangannya ke Kabupaten Sijunjung, turut memberikan bibit tanaman produksi sebanyak 300 batang, seperti tanaman jengkol, durian, mangga dan petai.

Dikatakannya hal tersebut bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, sehingga  diharapkan juga bisa membantu kehidupan masyarakat.

Pemberian bibit tanaman kepada masyarakat juga diyakini Nasrul Abit, agar masyarakat tak hanya menjadi lebih produktif, tetapi juga baik untuk kesehatan selama masa Pandemi Covid-19.

“Kita harus bisa beradaptasi atau mulai menyesuaikan pola hidup baru di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap beraktivitas. Namun kita tetap mengikuti protokol kesehatan dengan rajin mencuci tangan, mengenakan masker, dan menjaga jarak aman satu sama lain,” kata Nasrul Abit.

Menurunnya kondisi saat ini tidak dapat dipastikan kapan Covid-19 akan selesai dan kapan vaksin Covid-19 ditemukan. Maka masyarakat tidak bisa hanya berdiam diri, masyarakat harus tetap produktif dan dapat menyesuaikan diri dengan pola hidup yang baru.

“Kita tidak bisa terus berdiam diri, kita harus kembali produktif namun kita harus tetap aman. Ini pokok tujuan kita bersama, Covid-19 harus diatasi bersama,” harapnya.

Lihat juga...