Masih Banyak Masyarakat Gunakan Masker Secara Tidak Benar

Informasi penerapan protokol kesehatan melalui 3M, yang dipercaya paling tepat meminimalisasikan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 – Foto Ant

SUKABUMI – Palang Merah Indonesia (PMI) menyebut, masih banyak warga yang menggunakan masker dengan cara tidak benar. Sehingga fungsi dari masker menjadi tidak optimal, khususnya untuk mencegah penularan COVID-19.

“Fungsi masker untuk meminimalkan terjadinya penularan virus ini melalui droplet, tapi jika tidak benar dalam penggunaannya, maka potensi terjadinya penularan tetap tinggi,” kata Pengurus PMI Pusat Bidang Kesehatan dan Sosial, Heru Aryadi.

Edukasi disebutnya harus terus digencarkan, agar masyarakat bisa menggunakan masker dengan benar. Sehingga fungsi masker untuk meminimalkan tertularnya COVID-19 bisa tercapai. “Jangan sampai warga asal-asalan menggunakan masker, apalagi hanya sebatas untuk menghindari razia yang dilakukan petugas,” tandasnya.

Beberapa langkah untuk menggunakan masker adalah, sebelum memakai masker harus mencuci tangan dengan sabun dengan benar. Kemudian pegang tali dan menarik masker dengan menggunakan ujung jari hingga masker menutup hidung, mulut dan dagu dengan sempurna. Kemudian, tekan tepi masker yang kaku sesuai lekukan hidung seperti yang ada pada masker medis.

Jangan sekali-kali menurunkan masker ke dagu, karena bisa berpotensi terinfeksi oleh virus, bakteri maupun kuman, yang menempel pada bagian depan masker. Kemudian untuk melepasnya, dengan memegang tali dan langsung lepaskan dan jangan menyentuh bagian depan masker. Setelah itu cuci dengan sabun, atau membilas tangan dengan hand sanitizer.

Sementara untuk masker medis, hanya bisa digunakan sekali saja. Jika sudah dilepas, maka segera buang atau musnahkan. Sementara untuk masker kain, penggunaannya hanya empat jam dan harus dicuci dengan sabun hingga bersih.

Selama ini, warga yang memakai masker kain menggunakannya dalam durasi waktu yang lama. Bahkan ada yang hingga berhari-hari, atau menunggu kumel baru dicuci. Padahal, untuk memaksimalkan fungsi masker harus tetap terjaga kebersihan. “Menggunakan masker harus sempurna karena fungsinya untuk melindungi kita dari penularan COVID-19, jika penggunaan dengan cara yang benar, risiko penularannya akan semakin rendah,” tandasnya.

Heru mengatakan, penularan COVID-19 banyak terjadi di ruang tertutup melalui aerosol. Seperti di rumah makan atau tempat tertutup lain, yang banyak warga tidak sadar melepas masker, dan berpikiran bahwa lawan bicara maupun orang di sekitarnya terbebas dari COVID-19.

Padahal, orang tersebut terkonfirmasi positif dan akhirnya tertular. “Harus diketahui, sekitar 80 persen pasien positif COVID-19 ternyata tanpa gejala. Dan ini yang harus diwaspadai, karena bisa saja orang di sekitar ada yang positif tapi tidak menyadarinya,” tambahnya.

Kuncinya, warga harus menerapkan protokol kesehatan dengan benar, mulai dari cara menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. “Terakhir, jangan menganggap enteng virus ini, karena sudah ditemukan kasus orang tanpa gejala, dan menganggap dirinya sehat tiba-tiba meninggal karena Happy Hypoxia,” tegasnya.

COVID-19 juga bisa mengganggu oksigen di dalam darah, yang akhirnya orang akan mengalami penurunan oksigen secara perlahan, hingga di bawah 80 persen. Pengidapnya bisa meninggal tiba-tiba. (Ant)

Lihat juga...