Masyarakat Jateng Diminta tak Panik Soal Kabar Keterbatasan Ruang Isolasi

Editor: Koko Triarko

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa (29/9/2020). –Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Kejadian luar biasa dalam penyebaran Covid-19 klaster pondok pesantren di Kabupaten Banyumas dan Kebumen, dengan jumlah kasus positif mencapai angka ratusan menyebabkan keterbatasan kapasitas ruang isolasi.

“Memang angkanya cukup tinggi, terkait klaster ponpes khususnya di Banyumas, namun kita pastikan masih ada kecukupan ruang perawatan dan isolasi. Kita masih ada sejumlah gedung yang bisa digunakan untuk isolasi, termasuk gedung diklat milik Pemprov Jateng yang berada di wilayah tersebut,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Semarang, Selasa (29/9/2020).

Dirinya pun meminta, agar masyarakat tidak resah atau panik, dengan kabar keterbatasan ruang isolasi.

“Kita pastikan semuanya akan ditangani dengan semestinya. Termasuk lab uji sampel swab di RS Margono Banyumas juga sudah dipercepat dan ditambah kapasitasnya,” terangnya.

Pihaknya juga mendukung langkah Pemkab Banyumas yang terus melakukan tracing terhadap kontak erat di sekitar kasus positif Covid-19.

“Kita juga apresiasi sikap gotong royong yang ditunjukkan Bupati Cilacap, setelah mengetahui beberapa santri yang terpapar Covid-19 berasal dari wilayahnya, juga ingin ikut membantu penanganan. Cara gotong royong ini kan bagus, semua saling mendukung, transparan, sehingga dapat tertangani,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo, menambahkan secara umum kapasitas ruang isolasi dan perawatan di Jateng masih mencukupi. Saat ini, dari seluruh fasilitas milik provinsi seperti hotel, dan bangunan lainnya yang dialihkan menjadi ruang isolasi, baru terpakai sekitar 40 persen.

“Total bangunan yang kita siapkan sebagai ruang isolasi ada 31 unit dengan total kapasitas 6.936 orang. Dari angka tersebut, masih tersedia 60 persen, atau baru 40 persen dari kapasitas keseluruhan yang sudah terpakai,” jelasnya.

Sementara untuk ruang isolasi di rumah sakit rujukan di Jateng, dengan jumlah 3.650 unit dan ruang ICU 407.

“Belum lagi fasilitas ruang isolasi yang dikelola kabupaten/ kota, hingga tingkat desa,” jelasnya.

“Sedangkan rata-rata length of stay atau keterpakaian ruang isolasi dari 40 persen hingga 50 persen. Karena pasien yang sudah sembuh dan selesai dikarantina bisa dipulangkan. Jika memang dibutuhkan karena adanya peningkatan kasus, seperti di Kabupaten Banyumas, kita berusaha menambah ruang isolasi,” tandasnya.

Dijelaskan, masih ada gedung milik pemerintah provinsi yang bisa dimanfaatkan, dengan dialih fungsikan penggunaannya sebagai gedung isolasi.

“Termasuk, jika kita juga telah berkomunikasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jateng, jika memang diperlukan bisa menggunakan sejumlah hotel sebagai ruang isolasi,” pungkas Yulianto.

Lihat juga...