Melon Hortipark, Alternatif Tempat Menikmati Akhir Pekan di Pesawaran

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Menikmati akhir pekan dengan rekreasi adalah salah satu cara yang sering dilakukan, untuk mengusir penat usai bekerja penuh seminggu. Dan Agro wisata kebun melon hortipark Pesawaran, bisa menjadi salah satu pilihan untuk menikmati akhir pekan.

Anjakusuma, wisatawan asal Kabupaten Pringsewu menyebut, suka dengan aktivitas wisata alam, mendorongnya untuk mendatangi kebun melon di Pesawaran tersebut. Destinasi melon hortipark Pesawaran bisa didatangi setelah menempuh perjalanan setengah jam dari Pringsewu. Memanfaatkan aplikasi peta digital di smartphone, letaknya bisa ditemui di jalan lintas Barat kota Bandar Lampung, arah menuju Pringsewu. Dari arah Bandar Lampung bisa ditempuh hanya dalam waktu seperempat jam.

Anjakusuma,salah satu pengunjung kebun buah melon hortipark Pesawaran di Desa Negeri Sakti,Kecamatan Gedong Tataan,Kabupaten Pesawaran,Lampung,Minggu (6/9/2020) – Foto Henk Widi

Kebun buah melon bernama Melon Hortipark Pesawaran disebut Anjakusuma, cukup unik. Meski kebun buah, pengelolaanya menawarkan sejumlah spot foto. Kebun seluas kurang lebih empat hektare tersebut memiliki fasilitas kebun buah, tempat bersantai dengan payung, spot foto hasil panen, dan buah melon berbagai varian. “Kami datang rombongan menggunakan motor karena objek wisata kekinian berkonsep kebun buah bisa untuk mengisi galeri Instagram, bikin vlog, dan sekalian merasakan rasa buah melon berbagai varian,” terang Anjakusuma, saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (6/9/2020).

Karena mudah dijangkau dengan berbagai moda tranportasi, membuat Melin Hortipark Pesawaran cocok menjadi wahana wisata keluarga. Anjakusuma, yang datang bersama anggota keluarga mengaku penasaran dengan kebun buah yang memiliki koleksi melon berbagai varian tersebut.  Selama ini, ia mengenal melon hanya berwarna hijau. Namun, di hortipark Pesawaran dia bisa menemui melon berwarna kuning.

Fasilitas tempat duduk dilengkapi payung, membantu pengunjung mentatasi suasana panas dan terik di agro wisata kebun melon. Kontur kebun buah yang tidak rata, tersambung dengan sebuah jembatan bambu, menambah suasana alami. Sementara, spot foto dari geribik bambu bermotif batik bisa dijadikan penghias galeri foto dan live dengan jejaring sosial. “Saat ini lagi tren buat vlog atau siaran langsung Facebook, Instagram, menjadi momen untuk memperlihatkan destinasi kekinian yang dikunjungi,” terang Anjakusuma.

Spot foto di Melon Hortipark Pesawaran yang menampilkan melon kuning – Foto Henk Widi

Pecinta motor antik edisi 90-an tersebut mengaku datang bersama anggota klub. Destinasi kebun buah menjadi alternatif menikmati suasana alam. Meski demikian ia menyebut, konsep agrowisata yang disajikan bersifat musiman. Ketika tanaman yang telah dipanen habis, butuh waktu untuk menanam tanaman baru. Konsep kebaruan akan menjadi daya tarik untuk berwisata.

Suyati, wisatawan asal Tanjungkarang, Bandar Lampung datang dengan mengajak anggota keluarganya. Selama ini, ia selalu mengunjungi objek wisata kebun buah jeruk, durian dan melon saat musim panen. Berkunjung ke kebun buah menjadi pilihan untuk mengenalkan buah-buahan lokal kepada cucu. Rekreasi ke destinasi wisata alam dapat membantu menghilangkan kebosanan. “Cucu saya selama pandemi Covid-19 selalu belajar di rumah, jadi jarang keluar, namun objek wisata alam bisa jadi pilihan untuk menyegarkan pikiran,” terangnya.

Di Kebun Melon dapat ditemui varian melon rocky, sky, honey dan golden. Berwisata di kebun yang luas menghindarkannya bertemu dengan banyak orang. Cukup membayar biaya masuk Rp10.000 Suyati bisa membahagiakan anak dan cucunya. Selain swafoto, Suyati bisa menikmati suasana kebun dan pulang membawa oleh-oleh berbagai jenis melon seharga Rp15.000 perkilogram.

Vina, petugas tiket di agrowisata kebun melon menyebut, wisatawan yang datang diwajibkan memakai masker. Mengantisipasi kerumunan, pengelola menganjurkan kepada pengunjung untuk masuk secara bergantian. Terutama saat akan memanfaatkan spot foto. Saat akhir pekan, wisatawan yang berkunjung tercatat bisa mencapai lebih dari 100 orang. Mereka datang dari berbagai wilayah di Bandarlampung, Lampung Selatan dan Pringsewu. “Lokasinya ada di pertemuan tiga kabupaten kota, sehingga pengunjung selalu ramai hingga nanti semua melon dipanen lalu ditanami bibit baru,” bebernya.

Usai panen, Vina menyebut, usaha agrowisata buah melon dikembangkan di lokasi lain. Meski konsep yang dikembangkan berpindah, namun minat wisatawan cukup tinggi. Selain datang untuk menikmati suasana alam, wisatawan bisa merasakan berbagai varian rasa melon. Namun demi menjaga kualitas, pemanenan hanya dilakukan pengelola untuk mendapatkan melon yang telah matang.

Lihat juga...