Memancing Ikan Teknik Koyor, Cara Warga Lamsel Isi Liburan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Aktivitas memancing di tepi pantai, bagi sebagian warga di Lampung Selatan menjadi kegiatan rekreatif yang menghasilkan. Selain bisa menikmati suasana pantai, juga bisa mendapatkan ikan untuk diolah di tempat dan disantap bersama keluarga.

Ujang, penghobi mancing menggunakan teknik koyor, mengatakan, teknik koyor dilakukan dengan memakai pancing garong. Memiliki lima mata kail, ia bisa menggunakan umpan lumut untuk memancing ikan karang.

Kegiatan memancing, menurutnya menjadi cara mengisi liburan bersama keluarga. Mengajak serta anak dan istri, ia memilih lokasi pantai Tanjung Tuha, Bakauheni yang memiliki pantai landai. Saat anak dan istri menikmati liburan dengan bersantai di saung yang disiapkan, ia bisa memancing. Hanya butuh ketahanan fisik untuk berendam di air, ia bisa memancing dengan teknik koyor.

Hasil tangkapan ikan dengan proses memancing siap dibakar sembari mengajak anak anak dan keluarga di pantai Batu Alif, Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, Minggu (20/9/2020). -Foto: Henk Widi

Berbeda dengan cara memancing lainnya, ia hanya butuh modal pancing garong dan umpan lumut. Hasilnya, ikan jenis kerapu, baronang dan ikan karang bisa diperolehnya. Tangkapan ikan bisa diolah dengan cara dipepes atau dibakar untuk dinikmati bersama keluarga. Tanpa modal banyak, ia bisa mengajak anak dan istri melakukan kegiatan rekeatif, namun menghasilkan.

“Dari rumah sudah membawa nasi, bumbu serta berbagai lalapan, karena sistem memancing koyor dipastikan memperoleh ikan, jika tidak kami telah memasang jaring apung untuk mendapatkan ikan tengkek, bandeng yang kerap bergerombol,” terang Ujang, Minggu (20/9/2020).

Pengisi liburan dengan kegiatan memancing sistem koyor diakui Ujang banyak dilakukan warga. Memakai pancing yang telah diberi joran, modal yang diperlukan tidak terlalu banyak. Umpan jenis lumut mudah ditemukan di batu karang saat air surut.

Butuh waktu belasan menit ikan akan menyambar umpan. Hasil tangkapan akan dimasukkan dalam wadah yang terendam air, sehingga ikan tetap segar.

Memancing ikan, menurut Ujang menjadi kegiatan rekreatif bersama keluarga. Selain memancing, ia bisa mendapatkan bahan makanan laut jenis kerang, teripang dan rumput lumai. Rumput lumai merupakan sebutan lain anggur laut yang menempel pada batu karang. Saat surut, rumput lumai bisa dipanen untuk bahan lalapan dan sambal.

“Kerang dan teripang bisa diperoleh di pantai yang dangkal, bisa jadi tambahan lauk saat ikan hasil memancing diperoleh,” bebernya.

Selain Ujang, kegiatan memancing ikan dengan sistem koyor menjadi favorit bagi Ardy Yanto. Warga Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni itu mengisi waktu dengan aktivitas memancing.

Lokasi pantai Batu Alif menjadi tempat favorit baginya. Sebab, saat cuaca bersahabat, memancing sistem koyor membuat ia bisa mendapat hasil tangkapan berlimpah.

“Ikan karang berbagai jenis kerap mudah ditangkap dengan memancing, sebagian terjebak di cekungan bisa ditangkap dengan tangan,” cetusnya.

Jenis ikan hasil tangkapan dengan cara memancing dominan ikan baronang, ikan sebelah dan kerapu. Berbagai jenis ikan tersebut akan diolah sang istri dan kerabat yang melakukan rekreasi bersamanya. Mengajak anak anak, istri dan kerabat. hasil tangkapan ikan selanjutnya dibakar. Menikmati hasil tangkapan dengan cara bancakan atau makan bersama, menjadi momen menyenangkan.

Kala pandemi Covid-19, kegiatan berlibur di pantai menurut Ardy Yanto paling tepat. Kondisi udara segar yang selalu berganti menyehatkan fisik, hasil tangkapan ikan segar penuh gizi menjadi sumber stamina tubuh.

Rohana, sang istri menyebut ikut sang suami ke pantai menjadi kegiatan menghibur. Sang suami bisa mendapatkan ikan untuk dikonsumsi. Berbagi tugas dengan anak-anak dan kerabat yang diajak untuk berwisata, dilakukan dengan menyiapkan bumbu untuk pelengkap makan ikan bakar. Sembari menunggu suami mendapat hasil tangkapan saat memancing, ia mencari rumput lumai.

“Rumput lumai kerap dikenal untuk pembuatan sambal pekhos, nikmat untuk makan ikan bakar,”cetusnya.

Kegiatan rekreasi di pantai, disebut Rohana tidak hanya menikmati suasana udara yang sejuk. Ia bersama anak-anaknya dan kerabat bisa mendapatkan berbagai bahan makanan segar yang bisa diperoleh secara gratis. Saat air laut surut, berbagai jenis kerang yang menempel di batu karang bisa dicongkel. Selanjutnya kerang bisa dibakar dan dagingnya menjadi campuran sambal untuk dinikmati dengan ikan bakar hasil tangkapan suami.

Lihat juga...