Menghidupkan Malam

OLEH: HASANUDDIN

MALAM, dalam Al-Quran dapat berarti fenomena alam setelah matahari terbenam, hingga fajar menyingsing. Tentu setelah matahari terbenam, akan terlihat gelap, jika tidak ada rembulan, atau jika tidak terdapat lampu penerang. Sebab itu, biasa juga diterjemahkan dengan kegelapan. Kegelapan seringkali dijadikan ungkapan untuk menjelaskan situasi sosial yang mengalami kekacauan atau disorder.

“Menghidupkan malam” atau qiyamul lail, sebab itu memiliki makna yang luas, dan judul tulisan ini mesti dipahami dalam pengertian yang seluas-luasnya.

Dikatakan “menghidupkan” karena tidur seringkali diartikan sebagai “mati”, sehingga mereka yang melakukan aktivitas di malam hari, tentulah bukan orang tidur. Namun, sebagaimana makna sosial dari kegelapan, mereka yang menghidupkan malam, berarti mereka yang melakukan aktivitas guna menciptakan keteraturan, ketenangan, kedamaian dalam masyarakat. Dan sebab itu memiliki makna moral. Dengan demikian kegiatan menghidupkan malam, adalah serangkaian aktivitas spiritual yang memiliki implikasi sosial dalam kehidupan yang bermanfaat bagi suatu masyarakat.

Melakukan serangkaian aktivitas ritual seperti salat malam, tahajud, dzikir, membaca Al-Quran, berimplikasi kepada kesejahteraan batin, di mana seseorang yang melakukannya memperoleh ketenangan batin, kedamaian hati, atau memperoleh limpahan cahaya Ilahi. Di mana limpahan cahaya Ilahi ini merupakan anugerah yang tidak ternilai. Proses pelimpahan cahaya Ilahi dalam serangkaian aktivitas menghidupkan malam, yang dilakukan secara kontinu, meningkatkan kualitas himmah, sebagai akibat dari bertambahnya kapasitas atau meningkatnya kualitas ruhiyah yang dimiliki.

Kegiatan menghidupkan malam adalah tradisi Rasulullah SAW dengan para sahabat beliau. Usman bin Affan misalnya melakukan aktivitas menghidupkan malam-malamnya dengan melaksanakan salat witir satu rakaat, namun dengan menghatamkan Al-Quran dalam bacaan salatnya. Amat banyak riwayat yang dapat kita baca guna mempelajari bagaimana Rasulullah dan para sahabat beliau menghidupkan malam di masa mereka. Yang cahaya limpahan Ilahi kepada mereka masih terus menerangi kita hingga dewasa ini.

Covid-19 dan Kegiatan Menghidupkan Malam

Selama masa pandemi, yang saat ini telah melampaui angka 175 ribu jiwa yang terpapar, dan diperkirakan para ahli masih terus akan bertambah hingga di temukan vaksin untuk mengatasinya itu, kegiatan menghidupkan malam berlangsung gegap gempita. Dalam sehari melalui berbagai aplikasi media sosial seperti Zoom, WhatsApp, Facebook, Youtube tentu saja termasuk televisi dan media internet lainnya, kegiatan menghidupkan malam berlangsung.

Covid-19 memang telah menyebabkan conectivitas virtual meningkat tajam, sebaliknya pertemuan secara fisik relatif terbatasi. Namun, blessing disguaise, rahmat Allah dengan Covid-19 ini salah satunya adanya kemudahan di dalam memperoleh tambahan pengetahuan, melalui berbagai kegiatan webinar. Para pakar dalam berbagai disiplin ilmu dengan mudah kita akses dalam kegiatan mereka berbagai pengetahuan yang bermanfaat.

Jika pada masa normal, mereka mendatangi suatu seminar mesti difasilitasi dengan tiket dan akomodasi, serta biasanya disertai dengan honorarium, di masa pandemi semua gratis. Ilmu limpahan rahmat Allah begitu deras mengalir dari pewaris nabi (ulama).

Tentu saja, mereka yang terlibat dalam berbagai webinar yang bermanfaat itu, telah termasuk sedang “menghidupkan malam”. Kita berharap bahwa pasca-pandemi ini, akan terjadi perubahan sikap dan perilaku sosial ke arah yang lebih baik. Indeks korupsi menurun, para spekulan penjudi yang menikmati uang haram berkurang, sehingga kehidupan keluarga mereka jadi lebih berkah, dan seterusnya.

Kegiatan menghidupkan malam dalam arti keagamaan, tentu saja senantiasa berlangsung ada atau tidak ada pandemi, namun dalam masa pandemi ini nampak betul bahwa aktivitas seperti yang telah disebutkan di atas betul-betul mengalami peningkatan.

Kita patut bersyukur atas rahmat Allah swt yang dilimpahkan-Nya kepada kita semua yang telah semakin tercerahkan hidupnya berkat kasih sayang Allah swt.

Dan kepada yang masih sedang tertidur melalui berbagai aktivitas yang tidak maslahat, mari kita ajak untuk menghidupkan malam bersama-sama.

Semoga Allah swt melipatgandakan nikmat dan karunia-Nya kepada saudara saudara kita yang meninggal akibat Covid-19, terkhusus kepada para dokter, tenaga kesehatan, yang syahid di dalam misi kemanusiaan. ***

Depok, 4 September 2020

Lihat juga...