Menikmati Nasi Sorgum Bergizi

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Sorgum merupakan pangan lokal yang sejak dahulu dikonsumsi masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk di Kabupaten Flores Timur (Flotim) namun mulai dilupakan dan berganti dengan beras dari padi sejak tahun 1980-an.

Petani dan pelopor penanaman kembali sorgum di Kabupaten Flores Timur, NTT, Maria Loretha saat ditemui di rumahnya, Sabtu (5/9/2020). Foto : Ebed de Rosary

Kini sorgum mulai dibudidaya kembali dalam jumlah besar dan beras sorgum pun bukan hanya dijual oleh petani di Flotim tetapi telah menjadi bahan pangan untuk konsumsi sehari-hari.

“Sekarang sudah banyak masyarakat di Flores Timur yang mengkonsumsi nasi sorgum terutama di Dusun Likotuden, Desa Kawalelo dan beberapa desa sentra sorgum lainnya,” sebut Maria Loretha, pelopor penanaman sorgum di Kabupaten Flores Timur, NTT, Sabtu (5/9/2020).

Maria mengatakan, sorgum yang telah dipanen akan dirontokkan dengan menggunakan mesin perontok padi lalu disosoh agar bisa menjadi beras yang akan dimasak untuk dikonsumsi.

Memasak nasi sorgum kata dia hampir sama dengan memasak nasi dari beras padi namun takarannya dikurangi sedikit, sebab segenggam beras sorgum bisa menghasilkan nasi hingga 3 piring.

“Memasaknya hampir sama dengan nasi dari beras padi tetapi takarannya dikurangi sedikit. Usahakan airnya lebih banyak karena beras sorgum lebih keras sehingga bisa matang sempurna,” ungkapnya.

Maria menyebutkan, sorgum juga bisa dicampur dengan jagung giling, beras merah atau beras hitam tetapi bila dicampur dengan jagung giling maka jagungnya dimasak terlebih dahulu.

Dia sarankan agar takaran air dua kali lebih banyak termasuk takaran sorgumnya tiga kali lipat dan setelah airnya mendidih baru masukan biji sorgum lalu aduk hingga merata.

“Kalau mau dicampur dengan beras merah atau beras hitam maka takaran sorgumnya harus lebih banyak. Perbandingannya bisa beras merah atau beras hitamnya sepertiga dari banyaknya sorgum,” pesannya.

Seorang petani sorgum Dusun Likotuden,Desa Kawalelo yang ditanyai mengaku selalu mengkonsumsi nasi sorgum sebab hasil panen sorgumnya sebagian dijual ke Koperasi Sorgum Likotuden dan sebagiannya untuk dikonsumsi sendiri.

Agatha mengaku setelah mengkonsumsi nasi sorgum banyak warga di desanya yang memiliki penyakit diabetes mulai sembuh sehingga semakin banyak warga yang mengkonsumsi nasi sorgum.

“Sekarang sudah banyak yang mengkonsumsi nasi sorgum karena selain bisa mencegah penyakit diabetes, bisa juga dipakai untuk mencegah stunting. Sorgum sangat bagus dan disarankan dikonsumsi balita untuk cegah stunting,” ungkapnya.

Lihat juga...