Menikmati Sale Pisang Ludmar asal Maumere

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pisang kepok merupakan salah satu hasil perkebunan dari Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang banyak dijual ke luar NTT termasuk ke Surabaya Provinsi Jawa Timur dan Denpasar Provinsi Bali.

Peluang ini dimanfaatkan seorang warga Kecamatan Kewapante, Martha Lutgarda, untuk dijadikan produk bernilai jual yang dikemas menarik sehingga bisa dijadikan oleh-oleh.

“Pisang kepok diiris lalu dijemur dan digoreng tanpa menggunakan tepung. Produknya dinamakan sale pisang,” jelas Liberta EvivaniaTriyani, anak pemilik produk dengan merek Ludmar, asal Kewapante, Kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (26/9/2020).

Anak pemilik produk aneka kue dan oleh-oleh Ludmar asal Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, NTT, Liberta Evivania Triyani saat ditemui di Kota Maumere, Sabtu (26/9/2020). Foto: Ebed de Rosary

Nia sapannya menjelaskan, Sale Pisang Ludmar yang terdaftar dan telah mendapatkan izin Produk Industri Rumah Tangga (IRT) ini dikemas dalam ukuran 250 gram yang dijual seharga Rp20 ribu per kemasan.

Dirinya menyebutkan, Sale Pisang Ludmar mulai diproduksi sejak tahun 2009 dan mulai dijual di Roxy Swalayan Maumere dan saat ini mulai banyak dijual di toko Roda Baru, Jaya Baru, Gerai Alfamart dan berbagai kafe di Kota Maumere.

“Penjualan Sale Pisang di Roxy Swalayan saat ini lumayan, meskipun ada pandemi Covid-19. Sebulan 100 bungkus untuk swalayan sementara satu gerai Alfamart masih dijatah 5 bungkus karena swalayan ini baru buka di Kabupaten Sikka,” jelasnya.

Nia menambahkan, selain itu penjualan di toko-toko juga mengalami peningkatan dimana Ludmar juga menyediakan kue tradisional Kole Moe yang dibuat dari tepung beras dengan kemasan 250 gram yang dijual seharga Rp25 ribu per bungkus.

Ia menambahkan, ada juga kue Pita dengan kemasan 250 gram yang harga jualnya Rp20 ribu serta kacang mete dengan kemasan 200 gram seharga Rp70 ribu.

“Semua produk Ludmar saat ini produksi dan pengemasannya dilakukan di rumah. Kami berharap produk Ludmar bisa semakin digemari pembeli dan bisa dijual hingga ke luar Kabupaten Sikka,” ucapnya.

Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia ( IWAPI) cabang Kabupaten Sikka, Sherly Irawati, yang juga pemilik toko Jaya Baru mengatakan, produk Ludmar termasuk yang banyak dicari pembeli karena rasanya lezat dan harganya terjangkau.

Sherly juga mengapresiasi banyak produk UMKM asal Kabupaten Sikka yang mulai dikemas dengan baik dan mulai dijual ke swalayan serta toko-toko juga bisa dijadikan oleh-oleh buat pengunjung yang datang ke Kabupaten Sikka.

“Kita bersyukur sekarang sudah banyak produk UMKM yang mulai digemari pembeli. Kami lewat asosiasi UMKM dan Ekonomi kreatif selalu mendorong agar produk yang dihasilkan bisa dijual ke luar daerah,” sebutnya.

Lihat juga...