Menkeu: Membangun Industri Halal dengan Penerapan Teknologi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengatakan, penerapan teknologi dengan prinsip-prinsip kehalalan akan memberikan jawaban yang dibutuhkan bagi pembangunan industri produk-produk halal di Indonesia.

“Teknologi juga harus diterapkan dalam mekanisme pengujian atau sertifikasi produk halal. Sehingga proses sertifikasi tidak menjadi beban bagi para pelaku industri,” ujar Sri Mulyani pada Pembukaan Acara Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS), Senin (21/9/2020).

Maka dari itu dia meminta dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, agar para periset ekonomi dan keuangan syariah dapat membuat jaminan kehalalan bagi industri diberikan tanpa membuat penurunan pengeluaran.

“Dari sisi daya saing, cost structure-nya, dan liabilitasnya bahwa sertifikat halal tersebut memberikan suatu jaminan kehalalan. Ini hal yang harus menjadi perhatian dari para periset,” ujarnya lagi.

Apalagi menurutnya, dalam konteks peraturan perundang-undang Jaminan Produk Halal (JPH) dan mekanisme untuk bisa meningkatkan pengujian produk halal secara efisien tidak menjadi beban bagi industri.

Dan jaminan kehalalan seharusnya dapat diberikan kepada pelaku industri tanpa menyebabkan penurunan daya saing, struktur biasa produksi, hingga liabilitas perusahaan.

“Hal ini seharusnya dapat dibantu oleh teknologi. Meski di sisi lain, kebijakan dan institus terkait harus mendukung,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan lagi, teknologi bisa membantu, namun policy dan institusi untuk bisa mendukung perlu dikaji oleh para periset. Sehingga dengan kajian dan riset mendalam diharapkan Indonesia menjadi pusat industri halal dunia.

Dia menyebut, industri di Indonesia memiliki ketentuan untuk bersertifikasi halal. Hal itu tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

“Di dalam pasal 4 undang-undang itu dijelaskan, produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal,” pungkasnya.

Lihat juga...