Menkop UKM: Perkonomian Nasional Bertumpu pada Ekonomi Domestik

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki mengatakan, pertumbuhan perekonomian nasional di tengah krisis multidimensi akibat pandemi Covid-19, akan bertumpu pada ekonomi domestik.

Karena itu, Kementerian Koperasi dan UKM mendorong masyarakat berbelanja produk lokal, khususnya produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dengan begitu menurutnya, akan terjadi perputaran ekonomi di sektor UMKM.

“Daya beli masyarakat saat ini sangat terbatas, tetapi jika belanja domestik fokus di sektor UMKM, nilai transaksi perdagangan tidak lari ke luar UMKM,” ujar Teten pada acara Gelar Produk UMKM di Indramayu, Jawa Barat, seperti dalam rilisnya yang diterima Cendana News, Kamis (10/9/2020) malam.

Hingga saat ini menurutnya, investasi masih akan sulit mendorong pertumbuhan ekonomi, karena itu yang bisa diandalkan adalah ekonomi domestik.

Sumber ekonomi domestik terbagi atas dua, yaitu sebut dia, belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat. Dari sisi pemerintah sudah mengeluarkan regulasi bahwa belanja pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memprioritaskan produk UMKM dengan total nilai anggaran mencapai Rp 307 triliun.

“Sekarang tinggal masyarakat, beli produk UMKM, produk tetangga, beli produk teman, sehingga game of trade berputar di sektor UMKM,” imbuhnya.

Pemerintah sendiri melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),menurutnya, telah memberikan program bantuan bagi KUMKM dari sisi pembiayaan, seperti subsidi kredit, keringanan pembayaran cicilan kredit, penghapusan pajak UMK, pembiayaan dengan bunga rendah 3 persen, pembiayaan lewat KUR dan lainnya.

“Pembiayaan KUR dialokasikan pemerintah sebesar Rp190 triliun baru terserap sekitar Rp61 triliun,” ujarnya.

Sedangkan untuk menjaga sisi demand, pemerintah membuat program Banpres Produktif untuk pelaku usaha mikro yang unbankable sebesar Rp 2,4 juta per orang dengan target sasaran 12 juta.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya menambahkan, masyarakat harus mencintai dan menggunakan produk UMKM dalam negeri daripada produk asing.

“Kuatnya ekonomi kerakyatan merupakan cermin dari ketahanan nasional,” imbuhnya.

Menurutnya, produksi UMKM harus menguntungkan bagi masyarakat luas dan ekonomi dalam negeri. Sehingga dia mengingatkan, agar produsen jangan memasarkan produk tersebut terlebih dulu ke luar negeri, karena itu akan memberikan keuntungan bagi negara lain.

“Jangan produk UMKM itu dibawa ke luar negeri, dan diberi label baru memiliki nilai, mestinya produk itu menguntungkan dalam negeri,” tegas Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya, yang hadir pada acara tersebut.

Lebih lanjut dia menegaskan, bahwa ekonomi kerakyatan sama halnya dengan pendidikan, sosial, dan keamanan bagian dari ketahanan nasional.

“Barang siapa menghidupkan UMKM, ekonomi kerakyatan dari yang paling kecil harus kita ambil dari yang besarnya adalah untuk ketahanan nasional,” pungkasnya.

Lihat juga...