Migrasi Terbuka Penduduk ke NTT Ancam Penyebaran Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Berbagai akses transportasi baik darat, laut dan udara ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kian terbuka lebar setelah pemberlakuan era new normal  15 Juni 2020 setelah tiga bulan lebih akses ditutup.

 Arus transportasi yang lancar ini ditakutkan akan menimbulkan penyebaran Covid-19 baru dari para warga yang bermigrasi dari berbagai wilayah zona merah dan zona hitam ke wilayah NTT.

“Kasus Covid-19 di Indonesia terus menanjak menembus 3 ribu kasus per hari. Provinsi NTT dikelilingi daerah yang kasus baru Covid -19 nya terus bertambah di atas 100 per hari,” sebut dr.Asep Purnama, tim medis penanganan pasien Covid-19 di Kabupaten Sikka, Rabu (2/9/2020).

Asep mengatakan, migrasi penduduk dari Jakarta, Surabaya, Bali dan Makassar yang merupakan daerah dengan kasus Covid-19 terbesar  ke wilayah NTT semakin terbuka lebar.

Dokter spesialis penyakit dalam yang menangani pasien Covid-19 di RS TC Hillers Maumere, dr. Asep Purnama saat ditanyai, Rabu (2/9/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Ia mempertanyakan apa solusi yang disiapkan, apakah perlu kesiagaan menghadapi kasus impor serta bagaimana menghadapi warga dari luar daerah yang masuk ke wilayah NTT?

“Kita perlu siaga menghadapi kasus impor. Bagaimana kita menghadapi warga dari daerah terpapar yang masuk ke NTT sebab ini point pentingnya agar tidak ada penularan Covid-19 akibat migrasi ini,” sebutnya.

Asep juga menanyakan bagaimana melakukan screening terhadap warga yang migrasi ke NTT apakah hanya dengan menggunakan thermo gun atau melakukan pemeriksaan rapid test atau swab?

Ia juga bertanya apakah karantina mandiri pelaku perjalanan sudah bisa dilaksanakan dengan benar dan disiplin sehingga perlu ada perbaikan yang dilakukan terkait hal ini.

“Kita tentu berharap yang terbaik tetapi jangan lupa tetap bersiap menghadapi lonjakan kasus apabila hal ini terjadi.Semua pihak jangan lengah dan tetap waspada terhadap penyebaran dan penularan penyakit ini,” pesannya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Mase Ataupah mengatakan hingga Selasa (1/9/2020) kasus positif Covid-19 di Provinsi NTT mengalami lonjakan dengan adanya 12 kasus baru.

Dari 12 kasus tersebut terangnya, 11 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Manggarai Barat dan satu orang di  Sumba Timur sehingga total kasus positif mencapai 191 orang  bertambah dari sehari sebelumnya sebanyak 179 kasus.

“Untuk kasus positif Covid-19 di Manggarai Barat, terdapat 5 orang berasal dari transmisi lokal, 5 orang klaster Surabaya, dan satu orang klaster Denpasar. Sedangkan, kasus di Sumba Timur berasal dari klaster Surabaya,” jelasnya.

Mase menambahkan, total pasien yang sembuh berjumlah 159 orang atau 83 persen sedangkan pasien Covid-19  yang  sedang dirawat sebanyak 30 orang dan sejak Maret  2020, 2 pasien meninggal dunia masing-masing dari Kota Kupang dan Manggarai.

Lihat juga...