Miliki Kebun 160 Hektare, Banjarnegara Siap Ekspor Lada

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANJARNEGARA – Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara memiliki kebun lada seluas 160 hektare. Sebelumnya pada tahun 2010 silam, luas kebun lada mencapai 400 hektare. Meskipun terjadi penurunan luasan lahan, namun Banjarnegara menyatakan siap untuk melakukan ekspor lada.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengatakan, tanaman lada sekarang ini kembali menjadi primadona para petani di Banjarnegara. Sehingga pihaknya siap untuk memberikan support dan membuka pintu ekspor untuk lada.

“Sekarang petani kembali bergairah untuk menanam lada, lima tahun lalu lada ditinggalkan, bahkan banyak petani yang membuang tanaman lada karena harganya yang tidak bagus. Jika sekarang mulai bangkit lagi, maka akan kita support sampai dengan bisa melakukan ekspor ke Malaysia dan Jepang,” kata Bupati usai melakukan panen perdana tanaman lada di Desa Gtribuana, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (6/9/2020).

Kebangkitan kembali tanaman lada di Kabupaten Banjarnegara ini tidak luput dari upaya dalam membangun jejaring pemasaran. Sehingga para petani mendapatkan pendampingan dari Kadin Banjarnegara serta dari salah satu perusahaan yang siap memberikan support.

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, gencarnya pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemkab juga turut andil dalam kebangkitan tanaman lada tersebut. Sebab menurutnya, infrastruktur yang bagus akan mempermudah petani dalam distribusi hasil panen.

“Dengan infrastruktur yang bagus, petani juga akan lebih mudah dalam membawa hasil panen. Ini satu bukti bahwa hasil bumi Banjarnegara diminati oleh pasar luar negeri dan emas hitam Banjarnegara siap mendunia,” katanya.

Sementara itu, Kades Tribuana, Erry T mengatakan, berkat adanya kemitraan, para petani mulai bersemangat lagi untuk menanam lada. Hanya saja, masih ada kendala dalam budidaya lada, yaitu keseragaman jenis benih lada.

Menurut Erry, selama ini petani masih menanam lada dengan benih seadanya, sehingga antarpetani jenis benihnya berbeda. Untuk bisa menembus pasar lebih luas, petani perlu diseragamkan dalam menanam jenis benih lada dan dipilih yang kualitasnya paling bagus.

“Petani di Desa Tribuana sudah menjalin kemitraan dengan PT Java Agritec untuk ekspor lada ke beberapa negara, namun yang perlu dibenahi ke depan adalah keseragaman jenis benih lada yang ditanam dan kita sedang mengupayakan hal tersebut,” jelasnya.

Saat ini tanaman lada di Kabupaten Banjarnegara memasuki musim panen, dengan tingkat produktivitas sekitar 0,25-0,30 kilogram per sulur. Produktivitas hasil panen ini masih perlu ditingkatkan, minimal menjadi 2-3 kilogram per sulur.

Lihat juga...