MUI Jateng: Pengurus Harus Ambil Peran dalam Penanggulangan Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Ketua MUI Jawa Tengah KH Dr. Ahmad Daroji, MSi di Pendopo Sipanji Purwokerto, Jumat (11/9/2020). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

PURWOKERTO — Di tengah pandemi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tidak boleh masa bodoh, tetapi harus ikut mengambil peran dalam penanggulangan Covid-19. MUI harus menjadi juru bicara yang baik bagi umat, terutama dalam upaya pendisiplinan penerapan protokol kesehatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua MUI Jawa Tengah KH Dr. Ahmad Daroji, MSi, usai melantik kepengurusan MUI Banyumas masa khidmat 2020 – 2025 di Pendopo Sipanji Purwokerto, Jumat (11/9/2020).

Menurutnya, pengurus MUI di daerah juga ikut bertanggung jawab untuk membentuk kedisipilinan masyarakat. Dalam melaksanakan program kerja, MUI harus menyentuh kemaslahatan umat, yaitu dengan membuat program yang lebih spesifik dan bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

“Pada situasi pandemi ini misalnya, pengurus MUI harus menjadi corong untuk umat. bagaimana menghadapi situasi pandemi, bagaiman melindungi diri dan keluarga serta lingkungan dan setelah berbagai usaha yang dilakukan. Selanjutnya umat harus diajak untuk berserah diri kepada-Nya,” jelas Ahmad Daroji.

Menurut Ahmad Daroji, kunci hidup sehat, salah satunya adalah selalu merasa bahagia dan bersyukur dalam kondisi apapun. Termasuk di dalamnya juga harus berusaha membuat orang lain bahagia, karena sesama muslim adalah saudara.

“MUI tidak boleh masa bodoh dengan kondisi pandemi sekarang ini,” pesannya.

Sementara itu, Ketua MUI Banyumas terpilih, Taefur Arofat mengatakan, saat ini pekerjaan rumah terbesar untuk MUI Banyumas adalah upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Dimana seluruh penyelenggara kegiatan keagamaan harus dipacu supaya mempunyai standart yang memadai.

Lebih lanjut Taefur Arofat menyampaikan, pada era kepengurusannya ini, ia juga mempunyai cita-cita untuk menjadikan MUI Banyumas sebagai rumah besar bagi seluruh umat Islam. Sehingga semangat ukhuwah islamiyah, wathoniyah dan basyariyah harus terus dikobarkan.

“MUI Banyumas harus bisa menjadi rumah besar bagi seluruh umat Islam di Banyumas dan sekitarnya dan peningkatan SDM menjadi PR kita yang utama,” tuturnya.

Taefur Arofat juga menegaskan, bahwa MUI bukanlah bagian dari pemerintah, namun juga bukan bagian dari oposisi pemerintah. Namun, patner untuk bersama-sama membangun wilayah, membangun SDM dan kehidupan beragama yang kondusif.

Lihat juga...