MUI: Penetapan Fatwa Halal Harus Diserahkan ke Lembaga yang Kompeten

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Wakil Sekretaris Jenderal MUI Bidang Fatwa, KH. Sholahuddin Al Aiyub, beberapa waktu lalu. Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH. Sholahuddin Al Aiyub menjelaskan, halal termasuk dalam terminologi agama dan hukum. Dimana penetapan suatu produk halal atau haram, hanya bisa dilakukan oleh orang yang berkompeten yang memiliki pemahaman agama.

Dalam sertifikasi halal, kewenangan penetapan hukum kehalalan produk atau fatwa harus diberikan kepada lembaga yang kompeten, yakni Komisi Fatwa MUI yang menetapkan hukum kehalalan suatu produk berdasarkan syariah dan ijtihad ulama.

“Dari sisi syariah, ketetapan hukum kehalalan dilakukan oleh Komisi Fatwa MUI. Fatwa merupakan istinbath hukum kontemporer dalam ranah agama,” ujar Sholahuddin, saat dihubungi, Rabu (9/9/2020).

Yakni jelas dia, fatwa sebagai hasil ijtihad para ulama yang ahli atas fenomena hukum yang tidak dijelaskan di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits. Digali berdasarkan kedua sumber utama syariah dan ijma’ ulama salafus-sholih.

Fiqih yang digunakan adalah fiqih qadha’i yang bersifat final dan binding, serta sudah pada level aturan negara. Sehingga sudah tidak dibolehkan adanya perbedaan pendapat.

“Artinya, kewenangan tidak bisa dibagikan kepada siapa pun. Meski acuannya sama, tapi kalau penetapan fatwanya berbeda, itu juga tidak bisa,” ungkapnya.

Sehingga, menurutnya, hal inilah yang menjadi alasan kuat secara fiqih mengapa penetapan fatwa halal harus dilakukan oleh MUI.

“Ketetapan fatwa halal tidak boleh dibuat secara individual karena merupakan ketetapan agama. Hanya pihak yang memiliki pemahaman agama yang shahih yang boleh menetapkannya,” terangnya.

Apalagi menurutnya, sangat diketahui bahwa MUI merupakan tempat bernaungnya para ulama, zuama dan cendekiawan muslim dari Muhammadiyah, Nahdhlatul Ulama (NU), Matlaul Anwar, Al Irsyad Al Islamiyah, dan 59 ormas Islam lainnya, serta persatuan umat Islam.

Lihat juga...