Mulai 8 September, Yordania Lanjutkan Penerbangan Internasional

Pesawat terbang jenis Airbus A380 melakukan penerbangan – Foto Dok Ant

AMMAN – Yordania akan kembali melanjutkan aktivitas penerbangan internasional reguler mereka mulai 8 September. Jal itu diyakini dapat membantu menghidupkan kembali ekonomi negara tersebut, yang terpukul parah oleh pandemi COVID-19.

Pembukaan kembali penerbangan internasional di Yordania sempat ditunda beberapa kali selama satu bulan terakhir ini. Juru bicara pemerintah, Amjad Adailah mengatakan, penumpang yang akan memasuki Yordania diharuskan menunjukkan bukti tes COVID-19, dengan hasil negatif.

Tes yang dijadikan acuan dalam penerbangan tersebut adalah, hasil tes 72 jam sebelum berangkat. Penumpang juga diwajibkan menjalani tes yang sama, pada saat kedatangan di bandara Yordania. Aturan yang dikeluarkan akan termasuk kewajiban bagi para penumpang dari luar negeri  melakukan karantina mandiri selama maksimal dua pekan. Lama karantina itu tergantung pada tingkat keparahan pandemi di negara tempat penerbangan mereka berasal.

Pemerintah Yordania telah berulang kali menunda pembukaan kembali Bandara Internasional Alia Amman, pusat lalu lintas penerbangan di kawasan tersebut. Penundaan dilakukan karena mempertimbangkan kekhawatiran, bahwa orang-orang yang datang dari luar negeri dapat menyebabkan lonjakan penyebaran virus corona.

Namun dalam beberapa hari terakhir, kekhawatiran meningkat terkait dengan dampak penundaan lebih lanjut pada ekonomi negara itu, yang terbebani utang. Yordania pada Agustus mengalami lonjakan kasus hampir dua kali lipat, yaitu menjadi total 2.161, dengan 15 kematian.

Angka itu tergolong lebih kecil, bila dibandingkan dengan di banyak negara Timur Tengah lainnya. Namun, pihak berwenang Yordania tetap khawatir bahwa wabah tersebut bisa menjadi parah. Penutupan bandara Amman merupakan pukulan yang merusak ekonomi Yordania, yang saat ini sangat bergantung pada bantuan, karena pariwisata lumpuh. Bagi Yordania, pariwisata merupakan sumber pendapatan utama.

Sebelum krisis pandemi menerpa, sektor itu menikmati lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pemerintah juga berada di bawah tekanan banyak kalangan, untuk membuka kembali penerbangan reguler agar ribuan warga Yordania, yang kehilangan pekerjaan di negara-negara Teluk karena wabah COVID-19, bisa pulang ke tanah air. (Ant)

Lihat juga...