Nelayan di Ende Kini Mahir Memancing Gurita

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

ENDE – Para nelayan di Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang semula hanya memancing ikan dan menangkap gurita  dengan cara menyelam dan menombak, kini telah mahir memancing gurita.

Para nelayan menggunakan umpan yang dibuat sendiri dan belajar memancing dari nelayan pemancing gurita asal Desa Nangahale, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT yang memancing di wilayahnya.

“Kami mulai memancing gurita sekitar tahun 2014 dan hanya menjual per ekor di pasar saja. Tetapi setelah ada penampung gurita, kami menggunakan umpan tiruan,” sebut Iksan Ahmad, nelayan pemancing gurita di Kampung Arubara, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, NTT, Senin (14/9/2020).

Iksan Ahmad, nelayan pemancing gurita Kampung Arubara, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, NTT saat ditemui di Kampung Arubara, Senin (14/9/2020). Foto: Ebed de Rosary

Iksan mengatakan, nelayan belajar memancing gurita dari nelayan Nangahale, Kabupaten Sikka dengan membeli umpan tiruan seharga Rp300 ribu per buah lalu membuatnya sendiri untuk dipergunakan.

Sebelumnya apabila menangkap gurita, nelayan meneropong melihat gurita di dasar laut lalu menyelam dan menombaknya, namun kini sudah memancing menggunakan umpan.

“Kalau sekarang kami meneropong dari atas perahu, kalau ada karangnya baru kami melepas umpan dan memancing. Kalau gurita tidak makan umpan baru kami selam dan menombaknya,” sebutnya.

Tetapi kata Iksan, oleh Yayasan Tananua yang mulai mendampingi nelayan sejak tahun 2019, nelayan dilarang menombak gurita yang sedang berada di dalam lubang yang ditutup dengan batu karena gurita sedang bertelur.

Ia sebutkan, nelayan pun mengikuti anjuran ini karena sebelumnya memang nelayan kesulitan mendapatkan gurita karena semua gurita baik berukuran kecil maupun besar, ditangkap termasuk yang sedang bertelur di lubang batu.

“Kini nelayan sudah sadar karena gurita juga perlu berkembang biak sehingga kami tidak menangkap gurita berukuran kecil dan yang sedang bertelur. Gurita berukuran kecil paling hanya untuk makan saja atau diberikan kepada anak-anak yang membantu menarik perahu ke daratan,” terangnya.

Nelayan Desa Persiapan Maurongga, Kecamatan Nangapenda, Imran Tabri, mengaku belajar memancing gurita dari nelayan di Kampung Arubara dimana sebelumnya dirinya pun menyelam dan menembaknya.

Imran menyebutkan, tombak biasanya dibuat dari besi bulat berukuran kecil yang ujungnya diruncing menyerupai kail atau menggunakan senapan rakitan yang menggunakan besi runcing di ujungnya.

“Sekarang lebih enak karena menggunakan umpan sehingga kami hanya meneropong saja dari atas perahu lalu melepas umpan agar dimakan gurita,” ungkapnya.

Lihat juga...