Obeng Tetap Semangat Tekuni Kerajinan Miniatur di Tengah Pandemi

Editor: Koko Triarko

MALANG – Sulitnya mencari pekerjaan, menjadikan Candiono Halim, warga Kebalen Wetan, kota Malang, harus memutar otak untuk dapat tetap bertahan hidup. Berbekal kreativitas yang dimiliki, pria yang lebih akrab disapa ‘Obeng’ tersebut, sejak tiga tahun lalu pun menekuni pembuatan miniatur berbahan kawat tembaga dan plat.

Ada lima macam model miniatur alat transportasi yang bisa ia buat, mulai dari sepeda, becak Medan, becak Jogja, Andong hingga Motor Besar (Moge) sejenis Harley Davidson.

Diakui Obeng, kemampuannya membuat miniatur dari bahan kawat tembaga tersebut dipelajarinya secara otodidak.

Kerajinan miniatur berbahan kawat dan plat buantan Obeng, warga Kota Malang, banyak diminati masyarakat, Selasa (1/9/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

“Untuk model-modelnya sendiri berdasarkan imajinasi saya sendiri, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk miniatur kendaraan,” jelasnya, saat ditemui di sebuah acara pameran di Malang, Selasa (1/9/2020).

Disampaikan Obeng, karena semua proses pembuatannya dikerjakan seratus persen handmade secara manual tanpa menggunakan mesin pencetak, dibutuhkan waktu sekitar 1-2 minggu untuk membuat 10 buah miniatur.

“Kalau di Jogja ada kerajinan seperti ini dicetak menggunakan mesin, tapi kalau saya manual semua, handmade dan skalanya dibuat sesuai dengan ukuran asli,” akunya.

Menurut Obeng, untuk membuat miniatur berbahan kawat dan plat tersebut dibutuhkan kesabaran dan ketelitian, karena banyak detail-detail kecil yang harus dibuat. Untuk harganya sendiri berkisar antara Rp75 ribu-Rp1,3 juta.

“Harga sepeda Rp75-100 ribu, becak Rp150 ribu, andong Rp250 ribu dan yang moge Rp1,3 juta,” sebutnya.

Lebih lanjut terkait pemasaran, Obeng rutin memasarkannya di pasar minggu yang berlokasi di jalan Semeru. Di sana banyak masyarakat yang tertarik untuk membeli kerajinan miniatur yang ia buat. Bahkan, tidak jarang banyak pesanan dari Surabaya dan Jakarta.

Namun demikian diakui Obeng, dengan kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini sangat berdampak pada penjualan miniaturnya.

“Sebelum pandemi peminatnya cukup banyak, tapi sejak pandemi sudah sangat sulit untuk penjualannya. Penurunannya sangat drastitis, bahkan hampir tidak ada pemasukan karena sudah jarang ada yang beli,” keluhnya.

Sebab itu, di samping tetap memproduksi kerajinan miniatur, untuk menambah penghasilannya Obeng juga berjualan ikan cupang agar tetap bisa bertahan.

“Karena di kampung kami lagi musim ikan cupang, akhirnya kita juga ikut berjualan ikan cupang agar bisa bertahan. Tapi kita tidak patah semangat, mungkin masih ada rezeki dari kerajinan ini, jadi kita ikut pameran-pameran,” tuturnya.

Sementara itu salah satu pengunjung pameran, Lusi, mengaku senang dengan hasil kerajinan buatan Obeng. Menurutnya, miniatur buatan Obeng begitu detail.

“Bagus, detail seperti aslinya. Penutup becaknya juga bisa dibuka dan ditutup,” ucapnya.

Lihat juga...