OJK: Total Aset Keuangan Syariah Tumbuh Positif di Tengah Covid-19

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso di Jakarta, Kamis (24/9/2020). Foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut di tengah krisis pandemi Covid-19, pertumbuhan keuangan syariah positif. Ini dibuktikan total aset per Juli 2020 mencapai Rp 1.639,08 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, masa pandemi Covid-19 harus dijadikan sebagai momentum kebangkitan keuangan syariah Indonesia.

Terlebih untuk mampu mengambil peran dengan berbagai modalitas dalam upaya mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional.

“Kami komitmen kembangkan keuangan syariah berdaya saing, konstibusi signifikan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat terwujud,” ungkap Wimboh pada diskusi webinar keuangan syariah di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Lebih lanjut dia menjelaskan, pertumbuhan positif keuangan syariah di tengah Covid-19 telah ditunjukkan dengan total aset per Juli 2020 tercatat sebesar Rp 1.639,08 triliun atau 111,86 miliar dolar Amerika Serikat (AS).

“Per Juli 2020, total aset Rp 1.639,08 triliun, naik sebesar 20,61 persen year on year (yoy) dengan market share 9,68 persen. Jadi meskipun dilanda Covid-19, pertumbuhan keuangan syariah tetap positif,” terangnya.

Total aset tersebut menurutnya, terinci meliputi perbankan syariah sebesar Rp 542,83 triliun dengan market share 6,11 persen.

Kemudian Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) Rp 110,29 triliun dengan pangsa pasar 4,39 persen, dan pasar modal syariah sebesar Rp 985,96 triliun dengan pangsa 17,8 persen.

Menurutnya, total aset tersebut membuktikan bahwa keuangan syariah Indonesia memiliki daya saing yang tinggi untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Selain itu pertumbuhan keuangan syariah Indonesia yang positif didukung dengan semakin banyaknya jumlah lembaga jasa keuangan.

Yakni sebut dia, terdapat 14 Bank Umum Syariah (BUS), 20 Unit Usaha Syariah (UUS), dan 162 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Syariah. Sedangkan IKNB sebanyak 215 lembaga jasa keuangan syariah, yaitu perusahaan asuransi, pembiayaan syariah, penjaminan dan lembaga keuangan mikro syariah.

Adapun di sektor pasar modal memiliki 464 saham syariah, 145 sukuk korporasi, 282 reksadana syariah, dan 66 sukuk negara.

Lihat juga...