Operasi Masker di Banyumas Dapati 512 Pelanggar, 7 Positif Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Banyumas terus gencar melakukan operasi masker. Dari sejumlah operasi yang dilakukan, sampai saat ini sudah ada 512 orang pelanggar yang dilakukan swab test dan 7 orang diantaranya dinyatakan positif.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, saat ini 7 orang yang positif Covid-19 tersebut sudah dijemput oleh petugas dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan isolasi dan perawatan.

“Operasi masker masih tetap kita lakukan baik siang maupun malam hari dan terbukti efektif untuk menjaring para Orang Tanpa Gejala (OTG). Ini merupakan langkah antisipasi kita terhadap penyebaran Covid-19,” kata Bupati, Senin (7/9/2020).

Bupati Banyumas, Achmad Husein di Purwokerto, Senin (7/9/2020). -Foto: Hermiana E, Effendi

Lebih lanjut Bupati merinci, pelanggar operasi masker yang terkonfirmasi positif Covid-19 ditemukan dalam razia pada lima titik. Yaitu razia di wilayah Tanjung ditemukan 1 orang positif, di Kecamatan Sokaraja ada 2 orang pelanggar yang positif, di Kecamatan Ajibarang 1 orang, Kecamatan Cilongok 1 orang dan di wilayah Rempoah, Kecamatan Baturaden ditemukan 2 orang pelanggar positif Covid-19.

Husein berharap, masyarakat Kabupaten Banyumas tetap tertib menggunakan masker saat bepergian keluar rumah. Selain karena tim gugus tugas akan terus melakukan operasi masker, penggunaan masker juga untuk melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banyumas, Imam Pamungkas mengatakan, hari ini pihaknya menggelar operasi masker di Kecamatan Kemranjen. Selain dari tim gugus tugas kabupaten, gugus tugas kecamatan juga menggelar operasi masker di wilayah masing-masing.

“Untuk tim gugus tugas kecamatan, dalam satu minggu sekarang melakukan razia masker tiga kali dan semua pelanggar akan didata kemudian diproses hukum melalui persidangan,” terangnya.

Selain itu, patroli masker juga rutin dilakukan tim gugus tugas kabupaten. Pada siang hari ada 4 tim yang melakukan patroli, setiap tim terdiri dari 7 orang personil gabungan dari Satpol PP, polisi, TNI dan Denpom. Sedangkan pada malam hari ada dua tim gabungan yang mobile patroli masker.

“Patroli masker dilakukan ke pusat-pusat keramaian dan titik-titik yang dimungkinkan menjadi tempat berkumpulnya orang. Patroli ini cukup efektif, karena selain operasi masker, kita juga memantau kerumuman,” jelasnya.

Terkait swab test yang dilakukan terhadap pelanggar operasi masker, menurut Imam Pamungkas, diberlakukan untuk patroli masker malam hari yang biasanya dipimpin langsung oleh bupati. Sebab, setiap kali melakukan patroli, bupati akan membawa petugas swab dan seluruh pelanggar akan dilakukan swab test di tempat.

“Pak Bupati hampir setiap malam keliling melakukan operasi masker dengan membawa petugas swab,” pungkasnya.

Lihat juga...