Operasi Masker di Banyumas Temukan Tiga OTG Positif Covid-19

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Dalam operasi masker, petugas menemukan tiga orang positif Covid-19. Ketiganya terjaring dalam operasi masker di lokasi yang berbeda dan merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan, ketiga orang tersebut kedapatan tidak menggunakan masker, lalu petugas melakukan pengukuran suhu tubuh dan dilakukan swab test.

Bupati Banyumas, Achmad Husein dijumpai di Purwokerto, Minggu (6/9/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Setelah hasil swab keluar, ternyata ada tiga orang yang terjaring operasi masker yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ketiganya sudah diberitahu oleh petugas dan dilakukan isolasi ketat,” terang Bupati, Minggu (6/9/2020).

Lebih lanjut Bupati mengatakan, temuan kasus positif di jalan tersebut semakin memperkuat fakta bahwa banyak OTG berkeliaran. Sehingga ia meminta warga Banyumas untuk terus tertib menggunakan masker.

Dalam satu pekan terakhir, lanjutnya, angka reproduksi Covid-19 di Kabupaten Banyumas memang sudah mengalami penurunan. Bahkan angka reproduksi efektifnya sudah di bawah satu persen. Meskipun begitu, bukan berarti virus sudah menghilang.

“Selama minggu terakhir bulan Agustus kemarin angka reproduksi efektif sudah di bawah 1 persen, tanggal 30 Agustus tercatat 0,6 persen, kemudian tanggal 31 Agustus menurun lagi menjadi 0,55 persen. Ini harus kita jaga dengan terus menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, Jangan sampai lengah sedikit pun,” pesan Husein.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto menjelaskan, penurunan angka reproduksi efektif tersebut tidak menjamin bahwa virus sudah dapat dikendalikan. Karena untuk bisa dikatakan aman, minimal angka reproduksi efektifnya di bawah 1 harus bertahan selama dua kali masa inkubasi, yaitu 14 hari kali 2, atau selama 28 hari.

“Masa inkubasi virus itu 14 hari, jadi baru bisa dikategorikan virus terkendali jika dalam dua kali masa inkubasi, angka reproduksi efektifnya bisa bertahan di bawah 1 persen,” jelasnya.

Dari data Dinkes Kabupaten Banyumas, saat ini total kasus positif Covid-19 sudah mencapai 327 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 53 orang masih menjalani perawatan, 7 orang meninggal dunia dan 267 orang dinyatakan sembuh.

Salah satu warga Kota Purwokerto, Naufali mengatakan, razia masker seharusnya tidak hanya menjaring orang yang tidak menggunakan masker, namun juga melakukan edukasi tentang cara memakai masker yang benar. Sebab, menurutnya masih banyak warga Banyumas yang memakai masker tidak sesuai standar, yaitu hanya dikalungkan di leher. Saat ada razia, baru mereka menggunakan masker untuk menutup mulut dan hidung.

“Harus lebih sering dilakukan edukasi lagi, karena sekarang warga sudah mulai bosan dan jenuh, sehingga seringkali membawa masker hanya untuk berjaga-jaga kalau ada razia, jadi bukan karena kesadaran untuk melindungi diri dan orang sekitarnya,” tuturnya.

Lihat juga...