Operasi Yustisi Digencarkan, Angka Penyebaran Covid-19 di Semarang Melandai

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Bangkit Sanjaya, tidak bisa mengelak, saat dihentikan petugas gabungan dalam operasi yustisi, ketika melintas di Jalan Sriwijaya Kota Semarang, Senin (28/9/2020). Pria paruh baya tersebut, kedapatan tidak memakai masker sewaktu menyetir mobil.

“Saya sebenarnya bawa masker tapi tidak saya pakai. Ini saya, mau bawa keluarga pengantin dari Mugas ke Kedungmundu,” paparnya, saat ditanya petugas.

Meski membawa, namun karena tidak dipakai, dirinya pun tetap dikenai sanksi sosial menyapu Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal Kota Semarang, yang terletak tidak jauh dari titik razia, serta diminta menjalani tes rapid di tempat.

Mendengar hal tersebut, Bangkit segera mengikuti. “Ya, memang salah. Jadi saya ikuti saja sanksinya,” paparnya pasrah.

Hal serupa juga disampaikan Handayani. Beralasan terburu-buru, pekerja usaha percetakan tersebut, lupa tidak memakai masker, meski sudah membawanya. “Maskernya sudah dibawa, tapi karena buru-buru jadi tidak dipakai,” terangnya singkat.

Alhasil, dirinya pun diminta untuk menyapu, rapid test hingga KTP miliknya disita untuk didata. “Kaget juga, ternyata sekarang juga diminta langsung rapid test. Tadi sudah di test, hasilnya non reaktif,” jelasnya.

Sanksi serupa juga diterima oleh puluhan pelanggar lainnya, dalam operasi yustisi yang digelar tim gabungan dari Satpol PP Kota Semarang, TNI/Polri, Dinas Kesehatan Kota Semarang, dan Satpol PP Jateng tersebut.

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan bahwa operasi yustisi akan terus dilakukan untuk menekan angka penularan Covid-19.

“Warga yang tidak mengindahkan protokol kesehatan terutama tidak memakai masker langsung di data dan diberi arahan. Selanjutnya mereka disanksi untuk menyapu kompleks TMP Giri Tunggal sebelum akhirnya dilakukan tes rapid,” jelasnya.

Dipaparkan, dari 50 sampel rapid test ditempat, ada dua orang yang menunjukkan hasil reaktif. Kedua orang tersebut, selanjutnya dilakukan isolasi di rumah dinas Wali Kota Semarang, untuk dilakukan tes usap atau swab.

“Saat ini Kota Semarang sudah masuk zona oranye. Jumlah covid-19 juga sudah melandai, untuk itu kita akan terus gelar operasi yustisi dibarengi dengan rapid test, sehingga diharapkan semakin meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan,” jelasnya.

Pihaknya pun berharap dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat, terutama dalam 3M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun, angka penyebaran covid-19 di Kota Semarang semakin menurun.

“KIta targetkan Kota Semarang, sudah bisa masuk zona hijau pada Desember 2020 mendatang,” pungkasnya.

Berdasarkan data siagacorona.semarangkota.go.id, per tanggal 28 September 2020 pukul 14.00 WIB, jumlah kasus covid-19 di Kota Semarang mencapai 536, dengan 164 di antaranya berasal dari luar kota. Sementara, suspek 300 dan probable 115 kasus.

Lihat juga...