PAD Kota Bekasi Didominasi dari Sektor Pajak dan Retribusi

Editor: Koko Triarko

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi Aan Suhanda, menyampaikan laporan target penerima PAD Kota Bekasi hingga akhir Agustus 2020 didominasi oleh pajak dan retribusi, Kamis (3/8/2020). –Foto: M Amin

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, mencatat realisasi penerimaan daerah hingga akhir Agustus lalu dari sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 60.66 persen, atau sebesar Rp1.271 triliun dari target APBD sebesar Rp2.095 triliun. 

Sementara  target dan Realisasi Penerimaan Daerah Tahun Anggaran 2020 dari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan dan pendapatan lain-lain yang sah telah mencapai 55.02 persen atau Rp2,883 triliun.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Bekasi, Aan Suhanda, menegaskan bahwa bagian dana perimbangan realisasi penerimaan sebesar Rp1.103 T atau 69.05 persen dari target APBD 2020 sebesar Rp1.597 T. Sedangkan penerimaan bagian lain-lain yang sah sebesar Rp509.7 M atau 32.91 persen, dari target APBD 2020 sebesar Rp1.548 T.

“Total sumber penerimaan dari PAD ditambah dana perimbangan dan pendapatan lain-lain yang sah telah terealisasi sebesar Rp2.883 triliun dari target APBD 2020 sebesar Rp 5.241 T, atau baru mencapai 55.02 persen,” ungkapnya, Kamis (3/8/2020).

Dia berharap, guna meningkatkan target pendapatan daerah, Kepala Badan/Dinas/Instansi/Kecamatan/UPTD Pengelola PAD diminta agar lebih memaksimalkan potensi PAD dalam pengelolaannya.

Menurutnya, laporan Bapenda Kota Bekasi selalu disampaikan secara rutin terkait realisasi pendapatan daerah kepada Wali Kota Bekasi, Wakil Wali Kota Bekasi, Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Kepala Bappelitbangda Kota Bekasi, Kepala Inspektorat, Asda  I, Asda III dan para kepala OPD.

Lebih lanjut dikatakan Aan, dua sumber PAD didominasi dari sektor pajak dan retribusi. Penerimaan dari pajak di antaranya pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak reklame, pajak penerangan jalan, pajak parkir, pajak air bawah tanah, pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Penerimaan PAD dari pajak hingga akhir Agustus 2020 sebesar Rp977.9 miliar atau telah mencapai 64.16 persen dari total Rp1.524 triliun. Sehingga masih ada sisa target sebesar Rp546.3 miliar.

Sumber PAD dari sektor retribusi diantaranya retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan tertentu. Realisasi hasil retribusi daerah sebesar Rp45 miliar atau 54.74 persen dari target Rp82.3 miliar.

Sedangkan realisasi penerimaan PBB Pokok dan Tunggakan tingkat kecamatan sekitar Rp183.5 miliar atau 50.96 persen dari target Rp350 miliar.

Berikut peringkat realisasi penerimaan PBB Pokok dan Tunggakan tingkat Kecamatan Se-Kota Bekasi hingga 28 Agustus 2020:

Untuk Kecamatan Medan Satria dengan persentase penerimaan PBB sebesar 70.58  persen atau Rp26.4 M, dengan target Rp37.5 M jumlah SPPT 1665. Kemudian Bekasi Utara dengan persentase 64.87 persen atau Rp19.3 M dengan target Rp29.7 M jumlah SPPT 1.674.

Kecamatan Bantargebang dengan persentase 58.68 persen atau sebesar Rp16.4 miliar, dengan target Rp28 miliar jumlah SPPT 2897. Rawalumbu dengan persentase 53.39  persen atau sebesar Rp18 miliar, dengan target Rp33.8 miliar jumlah SPPT 4.420.

Sedangkan di Kecamatan Jatisampurna dengan persentase 51.11 persen atau sebesar Rp16.2 miliar dengan target Rp31.7 miliar jumlah SPPT 4412. Bekasi Barat dengan persentase 50.84 peren atau sebesar Rp9.3 miliar, dengan target Rp18.4 miliar jumlah SPPT 2.532.

Kecamatan Pondok Melati dengan persentase 50.54 persen atau sebesar Rp9.3 miliar dengan target Rp18.5 miliar, jumlah SPPT 3.087. Pondokgede dengan persentase 48.39 persen atau sebesar Rp14.2 miliar, dengan target Rp 29.8 miliar jumlah SPPT 5.222.

Untuk wilayah Kecamatan Mustika Jaya dengan persentase 47.83 persen atau sebesar Rp14.2 miliar dengan target Rp29.8 miliar, jumlah SPPT 3.708. Lalu, Jati Asih dengan persentase 41.77 persen atau sebesar Rp14.4 miliar, dengan target Rp 34.4 miliar jumlah SPPT 4.900.

Kecamatan Bekasi Selatan dengan persentase 37.91 atau sebesar Rp17.8 miliar dengan target Rp46.9 miliar, jumlah SPPT 4.501, dan  Bekasi Timur dengan persentase 35.04 persen atau sebesar Rp7.5 miliar dengan target Rp21.6 miliar, jumlah SPPT 1.793.

Lihat juga...