Pasokan Hasil Tangkapan Nelayan Lancar, Usaha Kuliner Tetap Eksis

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Eksistensi usaha berbasis hasil tangkapan nelayan di Bandar Lampung bergantung hasil tangkapan nelayan. Echi, penyedia olahan kuliner berbahan ikan laut segar menyebut mendapat pasokan dari tempat pendaratan ikan di Panjang dan Teluk Betung. Kondisi cuaca bersahabat membuat pasokan ikan laut lancar.

Selama masa pandemi Echi menyebut usaha kuliner dari ikan laut masih tetap eksis. Pasalnya kebutuhan akan kuliner ikan masih jadi pilihan bagi pekerja pelabuhan di wilayah Panjang. Lokasi strategis di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Panjang menjadi akses lalu lintas. Pelanggan rutin memesan ikan goreng, bakar hingga pindang.

Meski tetap eksis bertahan kala pandemi Covid-19, Echi menyebut pelanggan dominan membeli untuk dibawa pulang (take away). Pembelian untuk makan di tempat (dine in) mulai berkurang. Meski lebih banyak pelanggan memesan dengan sistem take away jumlah ikan laut yang dijual tetap stabil bahkan cenderung meningkat.

“Banyak pemesan olahan ikan laut membeli untuk dibawa pulang terutama bagi para pekerja yang akan memberikan oleh oleh untuk keluarga untuk makan bersama, biasanya banyak yang memilih makan di tempat sebelum pandemi Covid-19,” terang Echi saat ditemui Cendana News, Senin petang (21/9/2020).

Olahan ikan laut yang paling banyak diminati menurut Echi dominan jenis ikan selar, tongkol dan tengkurungan. Ikan tersebut kerap diolah dengan cara dibakar, dipepes, dipindang. Selain membeli ikan dari tempat pelelangan ia mendapat pasokan dari sejumlah nelayan.

Menampung ikan hasil tangkapan nelayan menurutnya jadi cara membantu sektor perikanan tangkap. Sebab sebagian nelayan lebih memilih menjual ikan langsung ke pemilik usaha kuliner. Hasil tangkapan ikan yang dijual akan langsung dibayar dibandingkan menjualnya ke pelelangan. Rantai ekonomi tersebut akan lancar saat usaha kuliner masih berjalan.

“Usaha kuliner yang tetap berjalan akan menguntungkan nelayan serta membuka lapangan pekerjaan,” cetusnya.

Hasan,salah satu pedagang ikan di pasar gudang lelang, Teluk Betung menyebut pasokan ikan stabil dari nelayan.

“Sebagai pedagang ikan pasokan diperoleh dari hasil lelang dan dijual ke sejumlah warung makan dan usaha kuliner,” terang Hasan.

Pasokan ikan laut dari hasil tangkapan nelayan menurutnya dijual dengan harga mulai Rp20.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Berbagai jenis ikan selanjutnya diolah dengan berbagai variasi menu kuliner.

Christina, penyuka olahan ikan laut atau boga bahari menyebut memesan olahan ikan dengan cara dibakar. Jenis olahan ikan laut yang dibakar dinikmati bersama keluarga. Olahan ikan laut menurutnya cocok dinikmati saat malam hari. Beroperasinya sejumlah usaha kuliner di Teluk Betung, Panjang saat malam hari bisa jadi pilihan untuk menikmati ikan laut.

Membeli olahan ikan laut dari sejumlah pedagang kuliner menurutnya ikut membantu nelayan. Sebab dalam kondisi ekonomi yang sulit sektor usaha kuliner berbasis kuliner tetap menghasilkan. Selain menikmati olahan ikan untuk dinikmati di tempat ia membeli untuk dinikmati di rumah. Membeli olahan kuliner ikan laut sekaligus membantu ekonomi nelayan kala pandemi.

Lihat juga...