Pecah Telor, RS Darurat PCB Bekasi Sudah Terisi Satu Pasien OTG

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Rumah Sakit Darurat Stadion Patriot Chandra Baga (PCB) di Jalan A Yani, mulai diisi satu pasien orang tanpa gejala (OTG), setelah resmi difungsi beberapa waktu lalu. Pasien tersebut diketahui warga Rawalumbu berusia 33 tahun dan dijemput petugas, Senin (21/9/2020).

Rumah sakit darurat PCB tersebut tersedia 57 ruang tempat tidur yang dikhususkan untuk perawatan pasien corona dalam kategori ringan seperti OTG. Terlihat tim medis di lokasi tersebut sudah mengenakan pakaian medis standar Covid-19 seperti alat pelindung diri (APD).

“Hari ini mulai masuk satu pasien dari Rawalumbu, inisialnya pak Eko, usianya 33 tahun, dia OTG,” kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Dikatakan pasien tersebut dijemput dari rumahnya oleh petugas Puskesmas yang sudah melakukan penanganan sejak awal dinyatakan positif. Ia juga sudah meminta Puskesmas di Kota Bekasi, agar mengambil tindakan untuk kasus positif lain agar bisa ditangani rumah sakit darurat PCB.

Menurutnya rumah sakit darurat tersebut kedepan diproyeksikan dapat menampung dengan kapasitas 100 ruang rawat isolasi untuk pasien Covid-19. Saat ini, ruangan yang digunakan di antaranya, ruang rapat, gudang peralatan, ruang pengurus dan beberapa ruang lain di area Gate 13.

Setiap ruangan memiliki kapasitas tempat tidur bervariasi, ada yang terdiri dari tiga hingga delapan tempat tidur yang disekat menggunakan tirai. Dalam ruang rawat isolasi memiliki standar seperti di rumah sakit pada umum, mulai dari pendingin ruangan, hepafilter dan tabung oksigen.

Selain itu, rumah sakit darurat Stadion Patriot juga terdapat ruangan IGD (instalasi gawat daruat) serta, ruangan khusus perawat.

“Saya sarankan pasien yang sebelumnya melakukan isolasi mandiri di rumah, kini disarankan agar dirawat di RS Darurat Stadion Patriot. Bila rumahnya tidak representatif untuk melakukan isolasi mandiri kita jemput ke sini (RS Darurat),” tandasnya.

Pemerintah Kota Bekasi terus melakukan upaya pencegahan, bahkan Wali Kota Bekasi hari ini, meninjau langsung tiga lokasi pasar di wilayahnya untuk memastikan penggunaan masker di 3 (tiga) pasar bagi para pedagang dan pembeli.

Di tiga pasar tersebut terpantau, para pedagang yang berjualan telah memakai masker sebagai bentuk pencegahan penanganan pandemi.

Tim woro woro gerakan pakai masker dari tingkat Kelurahan dan Kecamatan yang bersinergi dengan para Polsek dan Babinsa di wilayahnya masing masing turut mensosialisasikan gerakan pakai makser bagi tiap warga yang ingin bertransaksi di pasar tersebut.

Bahkan pegawai aparatur Pemerintahan setempat telah kembali melakukan woro woro sosialisasi penggunaan masker di wilayah, termasuk di jalan raya untuk para pengendara yang tidak menggunakan masker untuk diberhentikan dan diberikan sanksi berupa push up, di data kemudian diberikan masker.

“Peningkatan yang terjadi di Kota Bekasi pada pandemi ini sudah seperti awal kembali, upaya pencegahan terus digalakkan dengan harus menggunakan masker sebagai bentuk meminimalisir penularan. Sayangi diri kita, sayangi keluarga kita dan bantu sosialisasi di wilayah untuk menggunakan masker” ujar Rahmat Effendi.

Lihat juga...