Pedagang Pasar Tradisional di Kepri 80 Persen Tidak Pakai Masker

Aktivitas di pasar tradisional Bintan Center, Tanjungpinang, Kepri saat pandemi COVID-19 – foto Ant

TANJUNGPINANG – Sekira 80 persen pedagang di pasar tradisional yang ada di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), diketahui tidak memakai masker saat berjualan.

Seperti yang dilakikan pedagang di pasar Bintan Center, Kilometer 9, Kota Tanjungpinang. “Kalau pembeli, saya lihat rata-rata sudah pakai masker,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Kamis (3/9/2020).

Tjetjep mengimbau, pedangang mematuhi ketentuan protokol kesehatan, dengan senantiasa memakai masker guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Dan untuk pembeli diimbau sebaiknya tidak berbelanja jika pedagang atau penjual enggan menggunakan masker saat bertransaksi. “Kalau satu pakai masker sementara satu lainnya tidak, masih ada potensi penularan COVID-19. Keduanya harus memakai masker, biar aman dan resiko tertular jauh lebih rendah,” ungkap Tjetjep.

Dengan kondisi tersebut, Tjetjep meminta aparat keamanan seperti TNI, Polri dan Satpol PP gencar menggelar razia rutin di pasar-pasar tradisional. Hal itu untuk menertibkan pedagang maupun pembeli yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Selain memakai masker, para penghuni pasar juga diminta utuk menjaga jarak dan wajib menyiapkan sarana cuci tangan serta alat pengukur suhu tubuh terhadap tiap-tiap pengujung yang datang. “Coba lihat toko atau swalayan, pengunjung diwajibkan memakai masker, mengukur suhu tubuh, hingga mencuci tangan sebelum masuk,” imbuhnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan itu memperbolehkan Pemerintah Kabupaten dan Kota se Provinsi Kepri untuk menerapkan aturan hukum. Misalnya denda bagi pedagang berikut masyarakat umum yang tidak patuh protokol kesehatan saat beraktivitas terutama di luar rumah. “Karena kabupaten dan kota yang lebih tahu kondisi masyarakatnya masing-masing, jadi silakan terapkan penegakan hukum bagi pelanggar protokol kesehatan di era new normal pandemi COVID-19. Sejauh ini baru Kota Batam yang akan melaksanakan itu, kalau kabupaten dan kota lainnya belum ada,” ucap Tjetjep.

Tjetjep menyatakan, jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Provinsi Kepri terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Bahkan penyebarannya sudah sporadis, yakni muncul dari titik-titik atau klaster yang belum diketahui asalnya.

Dari catatan Gugus Tugas, kasus konformasi positif COVID-19 pada Kamis 3 September 2020 mencapai 1.077 orang, dengan rincian 436 orang konfirmasi rawat atau isolasi, 600 konfirmasi sembuh, dan 41 konfirmasi meninggal. (Ant)

Lihat juga...