Pelaku UMKM di Sikka Siap Terima Dana Pemerintah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Manengah (UMKM) di Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki peluang mendapatkan subsidi UMKM Rp 2,4 juta melalui program Banpres Produktif dari pemerintah.

Segenap pelaku UMKM yang tergabung dalam Asosiasi UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Sikka (AKUSIKKA) yang berjumlah sekitar 500 orang telah mendaftarkan diri ke Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka untuk mendapatkan dana ini.

“Ada sekitar 100 lebih pelaku usaha UMKM di Kabupaten Sikka yang sudah kami berikan datanya dan mengisi formulir untuk penerimaan subsidi tersebut,” kata Ketua Asosiasi UMKM dan Ekraf Kabupaten Sikka, NTT, Stevanus, Selasa (8/9/2020).

Ketua Asosiasi UMKM dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Sikka, NTT, Stevanus saat ditemui di tempat usahanya, Selasa (8/9/2020). Foto: Ebed de Rosary

Stevanus menyebutkan, pihaknya diberi batas waktu hanya 3 hari oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT sehingga hanya memasukkan data pelaku UMKM yang bisa dijangkau saja.

“Waktu itu  mendadak sehingga kami masukkan data pelaku usaha yang bisa dijangkau saja. Saya tidak tahu kalau jumlah keseluruhan di kabupaten yang mendapatkan subsidi,” ungkapnya.

Wakil Ketua AKUSIKKA, Sherly Irawati, menambahkan, pihaknya memasukkan data nama pelaku UMKM yang berhak mendapatkan dana tersebut melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT setelah ada pemberitahuan dari staf Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) NTT.

Ia berterima kasih karena pelaku UMKM dan Ekraf Sikka yang sudah tergabung dalam asosiasi telah mengirimkan datanya dan kemungkinan besar akan mendapatkan dana tersebut.

“Kita berharap agar  dana tersebut bisa didapat karena sangat dibutuhkan oleh pelaku UMKM dan Ekraf yang terpuruk usahanya akibat dampak merebaknya pandemi Corona,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, mengatakan, ada sekitar 5 ribu pelaku UMKM di Kabupaten Sikka yang diusulkan untuk mendapatkan dana  dari pemerintah pusat tersebut.

Menurut Yosef, pengajuan pelaku usaha oleh setiap daerah tidak dibatasi dan dirinya mengaku semua data UMKM sudah diinput ke website Kementerian Koperasi dan UKM.

“Tidak ada batasan untuk mendapatkan  stimulus ekonomi sebesar Rp 2,4 juta itu. Sudah ada sekitar lima ribu pelaku UMKM yang datanya kami input ke website Kementerian Koperasi dan UKM,” sebutnya.

Yosef menjelaskan, pihaknya hanya memasukkan data penerima  saja sementara yang menentukan penerimanya dari kementrian melalui verifikasi dan validasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) bersama bank yang ditunjuk oleh pemerintah.

Dia menambahkan, pihaknya masih memiliki waktu karena ada perpanjangan sehingga terus memasukkan data pelaku UMKM ke website kementerian Koperasi dan UMKM agar bisa mendapatkan dana tersebut.

“Saat ini baru 500 pelaku usaha UMKM yang dapat dana tahap pertama dan kedua. Kami sudah diberitahu oleh BRI Maumere terkait pelaku usaha yang menerima  dana tersebut,” pungkasnya.

Lihat juga...