Pelaku Usaha di Pessel Diminta Jaga Lingkungan

Editor: Koko Triarko

PESISIR SELATAN – Kerusakan lingkungan atau pencemaran udara menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Pelaku usaha pun disentil agar tidak melakukan kegiatan yang sifatnya berdampak buruk terhadap lingkungan.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pesisir Selatan, Beny Rizwan, mengatakan, ada sejumlah persoalan yang ditemukan di lapangan terkait hal tersebut. Mulai dari usaha mebel yang memperoleh kayu secara ilegal, hingga adanya kegiatan usaha yang membuat pencemaran lingkungan lainnya.

Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, dalam salah satu kegiatan di painan belum lama ini/ Foto: Ist.

Ia menyatakan, agar hal tersebut bisa diminimalisir secara perlahan, penting bagi pihaknya untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat atau pelaku usaha tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, dan kegiatan ekonomi tidak mencemari udara.

Beny mengatakan, terjadinya hal tersebut karena memang ada sejumlah masyarakat yang belum paham terkait hal yang dilakukan itu, yang ternyata dapat menyebabkan terjadi kerusakan lingkungan.

“Makanya, solusi dari hal ini kita harus melakukan sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat,” kata dia, Rabu (2/9/2020).

Ia menjelaskan, Pesisir Selatan memiliki keragaman potensi yang bisa dikelola, karena berada di daerah yang memiliki hamparan laut, pegunungan, lahan persawahan dan perkebunan, dan juga aliran sungai.

“Aktivitas masyarakat untuk menjaga lingkungan memang harus ditingkatkan ke depannya. Setiap kegiatan ekonomi masyarakat tidak menimbulkan kerusakan atau pencemaran udara, perlu diberi peringatan,” ujarnya.

Menurutnya, banyak upaya lain yang sebetulnya sederhana, tetapi berdampak terhadap kualitas lingkungan. Dampak baik maupun buruk akan ditentukan oleh bagaimana manusia bersikap.

Sebut saja untuk berkebun, ada cara yang dilakukan membuka lahan baru dengan cara membakar lahan. Tujuan petani mungkin untuk memulai usaha perkebunan, namun cara yang telah dilakukan itu, telah membuat dampak lingkungan.

“Kalau yang itu tidak hanya lingkungan secara kerusakan hutan, tapi juga pencemaran udara turut terkena imbasnya,” sebut dia.

Ia berpendapat, kepedulian terhadap lingkungan mestinya tumbuh secara sadar dari individu. Sikap inilah yang kemudian secara simultan dapat menyelamatkan lingkungan dari dampak buruk, seperti polusi udara, air atau menurunnya fungsi sumber daya alam.

Sementar itu, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, juga mengatakan penumbuhan kesadaran bagi pemeliharaan lingkungan butuh waktu dan energi, karena perlu upaya advokasi dan inisiasi dari berbagai pihak.

Untuk menyelesaikan persoalan itu, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan komunitas peduli lingkungan. Karena yang lebih banyak bergerak di lapangan adalah masyarakat itu sendiri.

“Dengan meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap lingkungan, semua pihak akan terdorong untuk melaksanakan aksi yang dapat memperkuat ketahanan masyarakat dalam memelihara lingkungan,” kata bupati.

Ia pun berharap, agar kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan, jangan sampai merusak lingkungan atau pencemaran udara yang bisa menimbulkan bencana alam atau berdampak terhadap kesehatan masyarakat itu sendiri.

Lihat juga...