Pelaku Usaha Kuliner di Bandar Lampung Gunakan Arang karena Praktis  

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Sejumlah pelaku usaha kuliner di Bandar Lampung, masih mempertahankan penggunaan arang kayu. Selain praktis dan efisien, penggunaan arang juga diyakini membuat rasa berbagai makanan maupun minuman lebih enak.

Agus Aeron, pedagang jagung bakar dan bakso Malang, memilih menggunakan arang untuk efesiensi biaya bahan bakar. Arang kayu dipakai untuk merebus bakso dan kuah serta proses pembakaran jagung manis.

Arang berbahan kayu dan batok kelapa digunakan sejak awal ia berjualan. Pilihan memakai arang, karena lebih praktis saat ia berdagang di Jalan Sriwijaya, Enggal, Bandar Lampung. Arang lebih ringan dibawa, lebih murah dan selalu tersedia. Membeli arang batok kelapa dan kayu sebanyak satu karung bisa digunakan selama sebulan.

Agus Aeron menyebut, harga satu karung arang kelapa seberat 20 kilogram hanya Rp35.000. Penggunaan arang sudah dimanfaatkan jauh sebelum muncul bahan bakar gas elpiji.

Suyanto, pedagang minuman sekuteng dari jahe menggunakan bahan bakar arang untuk berhemat dan mempertahankan cita rasa, Sabtu (12/9/2020). -Foto: Henk Widi

Memiliki pemasok tetap, ia tidak pernah kehabisan stok arang untuk bahan bakar usaha kuliner yang ditekuninya. Arang selalu tersedia tanpa kendala distribusi.

“Dalam kondisi terpaksa saat tidak ada pasokan, pemanfaatan kayu keras bisa dibuat menjadi arang, proses pemanasan memakai arang juga bisa lebih sempurna dalam waktu lama, tanpa kuatir cepat habis dibanding gas,” terang Agus Aeron, Sabtu (12/9/2020) malam.

Dibantu sang istri yang berjualan bakso Malang, ia menyediakan menu jagung bakar berbagai varian rasa. Jenis jagung manis yang dibaka lebih matang sempurna dengan penggunaan arang. Teknologi pemanasan, saat ini bisa mempergunakan pemanas elektrik atau gas. Namun, ia bisa lebih menghemat biaya operasional jika menggunakan arang.

Penggunaan arang makin terasa dampaknya membantu efisiensi biaya modal. Pasalnya, selama masa pandemi Covid-19, terjadi penurunan jumlah pembeli. Adanya pembatasan masyarakat berkumpul di sekitar Taman Gajah seiring bertambahnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19, ikut mempengaruhi omzet. Tanpa alternatif penggunaan bahan bakar arang, dipastikan ia merugi.

“Biaya operasional lebih besar, namun omzet menurun berpotensi rugi, penggunaan arang sebagai bahan bakar membantu berhemat,” terang Agus Aeron.

Berdagang bakso Malang dan jagung bakar, menurutnya memberi omzet hingga Rp1juta per malam. Saat akhir pekan, ia bisa mendapat omzet lebih banyak. Sebab, kawasan Taman Gajah kerap digunakan sebagai lokasi berburu kuliner kala malam hari. Meski sejumlah aktivitas hiburan masih dilarang, namun pelaku usaha kuliner tetap diperbolehkan beraktivitas.

Suyanto, pedagang minuman tradisional sekuteng, juga  mengaku sejak belasan tahun memakai bahan bakar arang. Arang kayu akan diletakkan pada anglo untuk membakar arang. Bahan baku minuman jahe merah yang telah dimasukkan dalam dandang, akan direbus memakai bahan bakar arang. Proses perebusan memakai arang diakuinya lebih efisien.

“Arang yang telah dipanasi tanpa dikipas masih akan menghasilkan panas sempurna untuk perebusan air jahe,” bebernya.

Minuman sekuteng buatannya memakai bahan baku jahe merah, gula aren, kacang tanah dan kolang-kaling. Direbus dengan bahan bakar arang, menurutnya mempertahankan sensasi rasa sekuteng buatannya.

Dalam semalam, ia hanya menghabiskan kurang dari satu kilogram arang. Cara tersebut menjadikan bahan bakar tersebut lebih efisien dibandingkan memakai gas elpiji.

Menjual sekuteng per gelas Rp15.000, dalam semalam ia bisa mendapat omzet Rp1,5juta. Saat akhir pekan, ia bisa menjual lebih dari 100 porsi. Minuman tradisional yang selalu dipanasi dengan bahan bakar arang tersebut selalu diburu orang. Sebab, proses pengolahan, bahan baku rempah-rempah memiliki manfaaat untuk meningkatkan stamina tubuh.

Menggunakan bahan bakar arang, juga lebih praktis. Sebab saat tingkat panas air rebusan menurun, ia akan menambah arang dan mengipasnya. Tanpa penggunaan kipas dan tertutup dalam ruang di bawah gerobak berpenutup seng, panas akan bertahan dalam waktu lama. Minuman sekuteng yang harus disajikan panas, membuat arang kayu menjadi pilihan untuk merebus bahan sekuteng.

Lihat juga...