Pemasangan Alat Peraga Kampanye Pilkada Pasaman Barat Dibatasi

Acara sosialisasi aturan kampanye oleh KPU Pasaman Barat – Foto Ant

SIMPANG EMPAT – Pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK) pada Pilkada 2020 Pasaman Barat, di Bundaran Simpang Empat bagi calon bupati dan wakil bupati, hanya diperbolehkan masing-masing satu APK.

“Sesuai kesepakatan dengan Badan Kesbangpol Pasaman Barat maka khusus di bundaran hanya diperbolehkan satu APK di Bundaran Simpang Empat,” kata Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan SDM KPU Pasaman Barat, Misdarliah, Senin (28/9/2020).

Pembatasan pemasang APK di Bundaran Simpang Empat, dilakukan berdasarkan saran dan rekomendasi Kesbangpol, untuk memperhatikan unsur estetika di pusat ibu kota kabupaten tersebut. “Hanya diperbolehkan satu APK di Bundaran Simpang Empat. Sedangkan tempat lain diperbolehkan selain di fasilitas umum,” katanya.

Menurut Misdarliah, KPU juga memfasilitasi pembuatan APK, bagi masing-masing Calon Bupati dan Wakil Bupati. Sesuai Peraturan KPU No 10/2020, APK pasangan calon akan difasilitasi oleh KPU dengan jumlah terbatas dan dibiayai oleh KPU. KPU akan memfasilitasi membuat APK masing-masing calon dengan ukuran dan jumlahnya yang terbatas. Untuk baliho, disediakan ukuran 4×7 meter paling banyak lima buah setiap pasangan calon.

Bilboard ukuran 4×8 sebanyak lima buah masing-masing calon, dan umbul-umbul 20 buah untuk masing-masing pasangan calon per-kecamatan. Kemudian spanduk ukuran 1,5 x7 meter untuk masing-masing pasangan calon dengan jumlah paling banyak dua per nagari. Untuk APK di luar yang difasilitasi KPU, pasangan calon bisa membuat APK dengan jumlah maksimal 200 persen dari APK yang disediakan KPU.

Dalam kondisi bencana nonalam COVID-19 ini, pasangan calon juga diarahkan membuat APK berupa Alat Pelindung Diri (APD) berupa sarung tangan, masker, penutup wajah, hand sanitazer. “Selain bisa menjadi APK juga sekaligus menjadi alat sosialisasi protokol kesehatan COVID-19,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...