Pembangunan Jalan Tol di Labuan Bajo Masih Dikaji

KUPANG – Kepala Biro Humas Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Marius Ardu Jelamu, mengatakan pemerintah mengkaji pembangunan jalan tol untuk meningkatkan akses transportasi di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, sebagai daerah wisata super premium.

“Pemerintah sedang dalam proses pengkajian untuk pembangunan jalan tol di Labuan Bajo, yang disesuaikan dengan dinamika perkembangan pembangunan di daerah wisata super premium itu,” katanya ketika dihubungi di Kupang, Sabtu (12/9/2020).

Ia mengatakan, kebutuhan infrastruktur jalan tol untuk Labuan Bajo telah dibahas dalam pertemuan bersama antara Badan Pengurus Jalan Tol (BPJT) dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, dan Wakilnya Josef Nae Soi serta Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula di Labuan Bajo pada Kamis (10/9).

Dalam pertemuan itu, disampaikan jika perkembangan Labuan Bajo ke depan membutuhkan jalan tol, kata Marius, maka akan dibangun di daerah itu.

Ia mencontohkan, seperti Bali sebelumnya tidak ada jalan tol, tetapi karena kebutuhan pertemuan negara APEC, maka dibangun jalan tol dari bandara menuju Nusa Dua.

“Jadi disesuaikan dengan dinamika sosial ekonomi di Labuan Bajo. Kalau makin maju dan membutuhkan transportasi yang cepat, maka akan dibangun. Saat ini sedang dalam kajian pemerintah,” katanya.

“Akses jalan di Labuan Bajo seperti dari bandara menuju Tanah Mori bisa saja suatu waktu dibangun jalan tol,” katanya lagi.

Ia menjelaskan, jalan tol merupakan investasi dari pihak swasta, sehingga ke depan jika pemerintah menganggap perlu dibangun jalan tol di Labuan Bajo, akan dikerjasamakan dengan investor, baik di dalam atau luar negeri.

Marius Jelamu menambahkan, pemerintah provinsi siap mendukung jika pemerintah pusat memiliki rencana membangun jalan tol di Labuan Bajo sebagai daerah wisata super premium, yang memiliki destinasi wisata unggulan Taman Nasional Komodo.

Pemerintah provinsi, lanjut dia, akan mendukung dari sisi pembebasan tanah dan urusan lainnya yang menjadi wewenang pemerintah daerah.

“Kita akan siap duduk bersama dengan pihak kementerian dan investor, dan berbagai pihak terkait kalau suatu waktu nanti di Labuan Bajo dibangun jalan tol,” katanya. (Ant)

Lihat juga...