Pembangunan Pasar di Pakujati Buka Lapangan Kerja Warga Desa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BREBES – Pembangunan pasar dan tempat wisata water boom yang dilakukan BUMDes Pakujati, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes membuka lapangan kerja baru bagi warga desa. Pada awal pembangunan pasar tersebut, ada 100 warga desa setempat yang direkrut sebagai pekerja.

Kepala Desa Pakujati, Ari Hendri Kusumo, mengatakan, pihaknya menekankan untuk mempekerjakan penduduk asli Desa Pakujati pada proyek pembangunan tersebut. Mengingat di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak warga yang kehilangan mata pencaharian.

“Dari sekian banyak tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan pasar desa ini, ada lima orang yang merupakan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaan di luar kota. Mereka pulang ke desa dan kita libatkan dalam pembangunan pasar,” katanya, Selasa (15/9/2020).

Pada awal pembangunan pasar, ada 100 pekerja yang dipekerjakan, sehingga hanya dalam waktu satu bulan, bangunan kios dan los sudah berdiri. Namun, saat ini tinggal separuh tenaga kerja yang masih dipekerjakan, mengingat anggaran untuk pembangunan juga sudah menipis.

Sebagaimana diketahui, BUMDes Pakujati membangun pasar, lapangan dan wisata water boom dalam satu kawasan yang berlokasi di tanah bengkok desa seluas 5,1 hektare. Tanah yang merupakan hak kades tersebut, dengan sukarela diserahkan oleh Ari Hendri Kusumo untuk peningkatan ekonomi desa. Anggaran pembangunan juga murni swadaya dari masyarakat dan BUMDes.

Perancang pembangunan pasar yang disatukan dengan tempat wisata, Heriyanto mengatakan, pihaknya mencoba menghadirkan wisata air, mengingat Desa Pakujati memiliki sumber air yang bagus. Selain itu, tempat wisata air juga masih jarang ditemui di sekitar daerah tersebut.

Perancang pembangunan pasar dan water boom, Heriyanto dijumpai di lokasi tanah bengkok Desa Pakujati, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Selasa (15/9/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Konsep yang kita buat adalah water boom dengan nuansa pantai dan dilengkapi dengan kolam ombak. Daerah sini dikelilingi perbukitan, sehingga wisata air dengan nuansa pantai akan menarik bagi masyarakat,” jelasnya.

Untuk pembangunan water boom sendiri dibutuhkan anggaran sekitar Rp 350 juta. Dengan luas area 20 x 50 meter, akan dibangun dua kolam ombak.

“Untuk airnya, akan kita buat sumur bor, karena di sini sumber air cukup bagus, meskipun kemarau sumur masih tersedia cukup air,” kata Heriyanto.

Kades Pakujati mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk menggali potensi-potensi desa yang bisa dijadikan sumber pendapatan desa. Sehingga desa yang berada cukup jauh dari pusat pemerintahan kabupaten tersebut bisa mandiri.

“Setelah pasar dan tempat wisata water boom beroperasi, semua pendapatan akan masuk ke desa dan sebagian digunakan untuk anggaran sosial, seperti bantuan untuk warga miskin, subsidi pendidikan dan lainnya. Untuk pengelolaan semua di bawah BUMDes Pakujati,” kata Kades.

Lihat juga...