Pemerintah Klaim 90 Persen Peserta Kartu Prakerja Sesuai Kriteria

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Sekretaris Kemenko Perekonomian, Susiwijono mengungkapkan, hingga saat ini total masyarakat yang telah mendaftar di program Kartu Prakerja mencapai 15,9 juta. Dan dari enam gelombang yang dibuka, tercatat lebih 3 juta pendaftar dinyatakan lolos untuk mengikuti pelatihan.

“Semua pendaftar ini berasal dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Dari catatan kami juga, Sebanyak 849.921 orang telah menyelesaikan pelatihan pertamanya dan 610.563 orang telah menerima insentif,” ujar Susiwijono, Jumat (4/9/2020) dalam acara Sosialisasi Kebijakan Program Kartu Prakerja (Wilayah Jabar I), yang disiarkan virtual.

Lebih lanjut, Susiwijono menyebut, berdasarkan dari hasil survei evaluasi terhadap lebih dari 450.000 penerima Kartu Prakerja, dapat disimpulkan bahwa dari aspek penerima, Kartu Prakerja sudah tepat sasaran.

“Karena, sekitar 90 persen peserta adalah pengangguran serta merupakan pekerja informal dan pekerja terdampak Covid-19,” terang Susiwijono.

Kemudian, Susiwijono juga mengklaim, bahwa dari aspek pelatihan, Kartu Prakerja tepat mutu, tepat harga, dan juga tepat substansi. Hal ini ditunjukkan dari 85 persen penerima menyatakan bahwa pelatihan yang diperoleh meningkatkan kompetensinya, baik itu skilling, reskilling, upskilling.

“Kemudian dari aspek insentif yang diberikan Kartu Prakerja juga tepat jumlah dan tepat waktu, sebab dilihat dari pemanfaatan insentif tersebut oleh peserta dipergunakan untuk keperluan pokok sehari-hari,” papar Susiwijono.

Di forum yang sama, Ketua Pelaksana Komite Cipta Kerja, Rudy Salahuddin menuturkan, bahwa pemerintah pusat membutuhkan sinergitas dari pemerintah daerah untuk ikut membantu menyosialisasikan Program Kartu Prakerja kepada seluruh pemangku kepentingan lainnya di masing-masing daerah.

Lihat juga...