Pemkab Karanganyar Luncurkan Program Pengelolaan Sampah Tingkat Desa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SOLO – Sampah masih menjadi persoalan besar bagi Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, karena sangat terbatasnya Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Kondisi inilah yang membuat Pemerintah Kabupaten Karanganyar berinisiatif menyelesaikan persoalan sampah di tingkat desa.

Bupati Karanganyar, Juliatmono mengatakan, setidaknya sudah ada dua desa yang mengawali program pengelolaan sampah secara terpadu. Dua desa ini menggunakan teknologi tepat guna agar sampah yang ada bisa dimanfaatkan.

“Pengolahan sampah terpadu ini dibuat dalam satu kawasan bernama Taman Edukasi dan Pengolahan Sampah. Kalau di Jaten namanya Mitra Amanah Jaten. Hasil pengolahan sampah organik ini berupa biogas dan pupuk cair untuk tanaman,” kata Juliatmono di sela-sela penyerahan sepeda motor roda tiga untuk pengelolaan sampah di Bank Jateng Karanganyar, Rabu (9/9/2020).

Di lahan 250 meter persegi tersebut sudah berdiri tempat untuk pengolahan sampah organik, kolam ikan, kebun sayuran, dan ruang baca untuk anak-anak. Pengelolaan sampah di tingkat desa ini juga melibatkan masyarakat dan manfaatnya juga diperuntukkan warga setempat.

“Program ini dari dan untuk masyarakat. Misalnya hasil biogas ini dapat dimanfaatkan untuk warga masyarakat yang ada di desa itu,” lanjut dia.

Program sampah dari desa ini juga turut diinisiasi dari Perguruan Tinggi di Solo dan Semarang. Tujuannya adalah untuk menuntaskan problem sampah yang selama ini banyak berserakan di sekitar lingkungan desa.

“Mudah-mudahan limbah cair hasil pengolahan sampah ini bisa dimanfaatkan untuk bertanam. Program ini bagus, sehingga kita jadikan program percontohan agar desa lainnya juga ikut dalam menyelesaikan persoalan sampah yang ada,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberikan apresiasi tersendiri bagi desa di Karanganyar yang telah memulai program penyelesaian sampah di tingkat desa. Persoalan sampah menurut Ganjar menjadi persoalan klasik yang dialami sejumlah daerah karena minimnya TPA yang ada.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo dan Bupati Karanganyar Juliatmono saat menghadiri pemberian sepeda motor roda tiga sebagai moda pengelolaan sampah tingkat desa di Bank Jateng Karanganyar, Rabu (9/9/2020) – Foto: Harun Alrosid

Oleh karena itu, Pemprov Jateng juga akan menggencarkan program pengelolaan sampah dimulai dari tingkat desa. “Program ini bagus sekali. Kalau sampah bisa diatasi di tingkat desa, artinya tidak ada sampah yang akan menggunung di tingkat kabupaten atau kota. Ini program yang menarik dan harus kita sukseskan,” katanya.

Lihat juga...