Pemkab Lamsel Dukung Pengembangan Kesenian Tradisional

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) mendukung pengembangan kesenian tradisional jenis tarian, musik, seni lukis serta bentuk tradisi menjadi kearifan lokal. Demikian diungkapkan Nanang Ermanto, Bupati Lamsel saat melakukan kunjungan ke Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan.

Tari gambyong oleh sanggar Juwita Salira jadi kesenian yang dilestarikan anak anak. Nanang Ermanto menyebut generasi muda perlu mempertahankan tradisi dalam bentuk kesenian. Sebab cara tersebut menjadi langkah generasi muda menghargai warisan leluhur.

Pembinaan sejumlah kesenian tradisional memperhatikan berbasis kearifan lokal masyarakat. Keberagaman masyarakat Lamsel terdiri dari suku, agama, adat istiadat menjadi potensi bagi Kebhinekaan.

“Semangat Kebhinekaan meski berbeda tetapi tetap satu sudah digaungkan oleh founding father bangsa ini yakni Soekarno-Hatta sehingga saat masa kemerdekaan menjaga tradisi, kesenian dan melestarikan merupakan tugas generasi masa kini,” terang Nanang Ermanto, Jumat (11/9/2020)

Saat safari kunjungan kerja ke sejumlah desa di Kecamatan Penengahan tersebut Nanang Ermanto menyebut potensi setiap desa cukup beragam. Setiap kepala desa bersama masyarakat memiliki kewajiban untuk menciptakan inovasi untuk kemajuan pembangunan. Pemanfaatan anggaran dana desa (DD) bisa dialokasikan untuk sektor pelestarian budaya.

Menjaga keberagaman, persatuan jadi hal penting dalam masa pandemi. Sebab saat ini musuh bersama global hingga ke level desa adalah pandemi virus Corona. Pandemi Covid-19 tersebut mengganggu segala aktivitas ekonomi, pembangunan di masyarakat. Sejumlah anggaran yang seharusnya dipergunakan untuk pembangunan fisik harus terpaksa dialokasikan dalam upaya penanganan Covid-19.

“Penggunaan anggaran untuk penanganan Covid-19 dimanfaatkan untuk disinfektan, posko, pembuatan masker dalam upaya pencegahan,” cetusnya.

Sumali, Kepala Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut prioritas pengembangan budaya menjadi kearifan desa setempat. Sejumlah kesenian yang tetap dilestarikan hingga kini berupa kuda lumping, karawitan atau campur sari, sanggar tari. Sejumlah aktivitas menurutnya terhenti akibat Covid-19 meski tidak menyurutkan masyarakat untuk berkreasi.

Keberadaan sanggar tari Juwita Salira, kuda lumping Sari Budoyo, karawitan Paguyuban Keluarga Yogyakarta (PKY) jadi perhatian pemerintah desa setempat. Menjaga tradisi masyarakat dalam sejumlah kesenian sekaligus tidak mengurangi semangat masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Peran sejumlah tokoh masyarakat, adat, agama dan pemuda dalam pendisiplinan protokol kesehatan masih tetap digencarkan,” beber Sumali.

Dicanangkan sebagai Desa Tangguh Nusantara Ruwai Jurai oleh Polda Lampung membuat sejumlah fasilitas disiapkan. Sebab selain penempatan sejumlah gentong cuci tangan, keberadaan lumbung pangan di desa tersebut jadi perhatian. Pembinaan pada sektor budaya tetap dilakukan dengan latihan rutin menerapkan protokol kesehatan di sanggar yang telah terbentuk.

Lihat juga...