Pemprov Jateng Bantu Peternak Penuhi Kebutuhan Pakan

Editor: Koko Triarko

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat ditemui di Semarang, Sabtu (5/9/2020). –Foto: Arixc Ardana

SEMARANG – Pemerintah provinsi Jawa Tengah melalui Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), memberikan tambahan anggaran bagi sektor peternakan, agar bisa tetap bertahan menghadapi imbas pandemi Covid-19.

“Kita sudah berikan anggaran tambahan kepada beberapa sektor, termasuk peternakan. Anggaran yang tersedia memang tidak terlalu besar, maka hanya beberapa yang mendapat prioritas,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Semarang, Sabtu (5/9/2020).

Dijelaskan, sejumlah program penggunaan anggaran perubahan tersebut sudah disusun. Misalnya, untuk sektor peternakan, tambahan anggaran itu untuk pemenuhan pakan ternak.

“Selama ini, persoalan pakan ternak memang kerap dikeluhkan, apakah kesulitan jagung, konsentrat dan lainnya. Kalau ini bisa dilakukan, maka para peternak bisa dibantu agar bisnisnya tidak terganggu,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Jateng, Lalu Muhamad Syafriadi.

Dijelaskan, pandemi Covid-19, berimbas negatif pada sektor peternakan. Tercatat, setidaknya ada 6.330 peternak di Jateng yang berhenti produksi selama pandemi terjadi, hingga sekarang.

“Pandemi Covid ini berimbas pada persoalan pakan ternak, harganya melambung tinggi. Akibatnya, banyak peternak di Jateng yang gulung tikar. Terutama peternak mandiri, yang tidak bekerja sama dengan perusahaan pakan,” jelasnya.

Tercatat dari 6.330 peternak yang terimbas, teridri dari 3.780 peternak ayam, 621 peternak bebek atau itik, 666 peternak sapi potong, 444 peternak sapi perah, 654 peternak kambing/domba. Kemudian, 143 peternak puyuh, serta 22 peternak kalkun.

“Untuk itu, anggaran yang ada saat ini kita gunakan untuk menyokong para peternak mandiri ini, agar bisa berproduksi kembali. Termasuk anggaran dari APBD Perubahan sebesar Rp850 juta,” jelasnya.

Dana tersebut akan digunakan untuk pengadaan pakan ternak, khusus pemenuhan kebutuhan hijauan pakan dan konsentrat di taman ternak balai budi daya dan pembibitan ternak terpadu.

Sementara dari dana realokasi APBD Murni sebesar Rp3,8 miliar, akan digunakan untuk bantuan pakan untuk 1.525 peternak di 34 kabupaten/kota di Jateng.

“Program ini akan mulai berjalan pada bulan ini. Nantinya, setiap peternak akan memperoleh pakan sebanyak 250 kilogram,” papar Lalu.

Disnakkeswan juga memperoleh alokasi dana dari APBN Perubahan senilai Rp26,5 miliar, yang akan digunakan untuk pemeriksaan kebuntingan dan inseminasi buatan bagi 453.100 sapi dan kerbau.

“Tujuannya untuk mengoptimalkan kuantitas dan kualitas reproduksi sapi dan kerbau. Ini juga menjadi bagian dari dukungan program pemerintah pusat, Indonesia swasembada daging pada 2026,” terangnya.

Pihaknya juga mendapat dari Dana Insentif Daerah (DID) sebanyak Rp2 miliar, yang akan diberikan kepada 40 kelompok ternak unggas, yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Jateng.

“Masing-masing wilayah ada empat kelompok peternak yang akan kita bantu. Ke-10 kabupaten kota tersebut, di antaranya Blora, Brebes, Rembang, Kendal, Kabupaten Tegal, Kabupaten Semarang, Batang, Purbalingga, dan Temanggung,” jelasnya lebih jauh.

Secara keseluruhan, total anggaran yang dialokasikan untuk membantu peternak mandiri yang kolaps mencapai Rp38,3 miliar. “Anggaran ini kita gunakan untuk menyokong peternak, agar mereka bisa bertahan di masa pandemi ini,” pungkasnya.

Lihat juga...