Pencairan ‘Modal Kita Kecil’ di KSU Derami Dihentikan Sementara

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatera Barat, terpaksa menghentikan sementara waktu pencairan Modal Kita Kecil. Penghentian pencairan ini telah dilakukan jelang penutupan bulan Agustus 2020 kemarin.

Manager Umum Modal Kita KSU Derami Padang, Margono Okta, mengatakan, Modal Kita Kecil merupakan jenis pinjaman yang memiliki jumlah lebih besar ketimbang pinjaman yang bersumber dari Tabur Puja. Kini jumlah masyarakat yang telah menikmati pinjaman modal usaha dari Modal Kita Kecil ini sebanyak 40 orang.

Padahal, Modal Kita Kecil bisa dikatakan baru dihadirkan di Padang melalui KSU Derami. Jumlah pinjaman di Modal Kita Kecil ini mulai dari Rp6 juta hingga yang paling tinggi itu Rp25 juta. Besarnya jumlah pinjaman yang diberikan, maka KSU Derami mewajibkan untuk adanya agunan dalam setiap pengajuan pinjaman.

“Ternyata peminat dari Modal Kita Kecil ini sangat banyak. Sampai-sampai dana yang tersedia habis terpinjam kepada 40 pelaku usaha kecil di Padang. Makanya kita hentikan dulu pencairan pengajuan pinjaman yang masuk ke KSU Derami,” kata dia saat dihubungi dari Padang, Selasa (1/9/2020).

Meno menyebutkan diperkirakan pencairan untuk Modal Kita Kecil ini bakal dihentikan hingga satu bulan. Pencairan akan dilakukan kembali setelah nanti waktu penghentian berakhir, sembari menunggu dana tahap selanjutnya masuk dari Yayasan Damandiri.

“Jadi dana yang tersedia saat ini habis. Hal yang kami lakukan adalah melakukan penagihan dari dana yang telah dipinjamkan itu. Alhamdulillah usaha-usaha orang yang telah menikmati pinjaman Modal Kita Kecil terlihat tubuh bagus,” ujarnya.

Manager Umum Modal Kita KSU Derami Padang, Margono Okta. -Foto: M Noli Hendra

Sementara dari 40 orang yang telah meminjamkan dana itu banyak jumlahnya cukup besar yakni sampai dengan pinjaman maksimal yakni Rp25 juta. Untuk pinjaman sebesar itu, KSU Derami memutuskan tenor pinjaman selama 3 tahun.

“Jadi sekarang keinginan masyarakat untuk bisa mendapatkan pinjaman baru, telah bisa kita penuhi melalui Modal Kita Kecil. Karena sewaktu menyalurkan pinjaman Tabur Puja kita tidak bisa memenuhi itu, karena maksimal pinjaman hanya Rp5 juta,” jelas dia.

Meno menyebutkan untuk Modal Kita ini telah diterapkan di KSU Derami Padang sejak Januari 2020 ini. Sampai bulan Agustus ini masyarakat yang telah meminjam di Modal Kita Kecil telah ada 40 orang. Rata-rata mereka semuanya adalah anggota dari Tabur Puja.

Ia juga menjelaskan soal syarat dan ketentuan antara Tabur Puja dengan Modal Kita Kecil sangat berbeda. Tabur Puja jumlah pinjaman mulai dari Rp2 juta hingga Rp5 juta tanpa ada agunan.

Sementara untuk Modal Kita Kecil itu, bagi pinjaman Rp6 juta tidak harus memiliki syarat punya agunan. Tapi jika pinjamannya itu mulai dari Rp7 juta hingga Rp 25 juta, harus ada agunan.

“Alasan kita memberikan syarat perlu agunan untuk pinjaman Rp7 juta hingga Rp 25 juta itu, karena jumlahnya cukup besar, dan sangat berisiko bila uang yang dipinjamkan tanpa ada jaminan. Soal agunannya itu pun perlu diukur nilainya dari pinjaman yang diajukan,” jelasnya.

Sedangkan terkait proses pengajuan untuk bisa mendapatkan pinjaman modal usaha dari Modal Kita itu, mulai dari adanya rekomendasi dari Posdaya yang telah lebih dulu menyalurkan pinjaman Tabur Puja, hingga bisa datang mendatangi ke KSU Derami Padang.

Artinya, setiap ada pengajuan pinjaman, wawancara dari orang yang mengajukan pinjaman itu dilakukan di kantor KSU Derami Padang ini, dengan syarat harus datang bersama suami dan istri. Ketentuan ini bertujuan untuk menghindari kesalahpahaman antara keluarga yang meminjam itu, dengan Modal Kita.

Kan ada itu, pandai-pandai istri saja yang meminjam uang ke kita, sementara suaminya tidak izin. Nah untuk mengantisipasi hal itu, kita mewajibkan suami istri harus datang bersamaan dan akan diwawancara bersamaan pula, terkait pengajuan pinjaman yang diberikan ke Modal Kita,” ujar dia.

Sementara itu, Sementara itu Ketua KSU Derami Padang, Gusti Ayu Ratniati, juga mengatakan bahwa perlu kehati-hatian juga dalam menyetujui setiap pengajuan pinjaman ke Modal Kita Kecil. Sekarang ada sekitar dua jenis usaha yang telah mendapatkan pinjaman modal usaha dengan jumlah Rp 25 juta, yakni usaha jualan pakaian dan satu lagu usaha kos-kosan.

Untuk pinjaman yang jumlah Rp6 juta itu tenor pinjamannya selama satu tahun, dengan pembayaran kreditnya itu per pekannya. Sementara untuk jumlah pinjaman Rp 7 juta hingga Rp 25 juta itu tenornya bisa mencapai 3 tahun. Soal setoran pinjaman, juga sama yakni dibayar satu kali dalam satu pekan.

“Bayarnya itu boleh ke Posdaya terdekat dia tinggal, atau bisa hantarkan langsung ke KSU Derami Padang. Tapi jika ingin membayarnya itu per bulan juga boleh, artinya tinggal mentotalkan dari 4 minggu menjadi pembayaran 1 bulan,” ungkapnya.

Ayu menyebutkan alasan memberlakukan setoran per minggu nya itu, agar masyarakat yang meminjam modal usaha ke Modal Kita Kecil, merasa lebih ringan membayar kreditnya. Untuk itu, kini Modal Kita masih membuka diri bagi masyarakat di Kota Padang untuk meminjam dana modal usahanya.

“Jadi dengan adanya Modal Kita ini, anggota Tabur Puja yang ingin berkembang lagi usahanya, bisa naik kelas yakni mengajukan pinjaman ke Modal Kita Kecil. Tapi harus diperhatikan juga kondisi pembayaran sewaktu jadi anggota Tabur Puja, apakah lancar atau malah menunggak,” tegasnya.

Ayu berharap, dengan hadirnya Modal Kita Kecil ini geliat usaha masyarakat di Padang terus membaik dan semakin membaik. Sebab hal itulah jadi tujuan Damandiri, ingin membangkit perekonomian masyarakat yang bergerak di bidang UMKM.

Lihat juga...