Pencurian Marak Terjadi di Sejumlah Desa di Lamsel

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kasus kriminalitas, terutama pencurian ternak dan barang di Lampung Selatan, meningkat selama masa pandemi Covid-19. Di sejumlah desa di Lampung Selatan pencurian ternak sapi mencapai lebih dari 6 ekor. Sebagai upaya pencegahan, Kepolisian Sektor Penengahan menggiatkan sistem keamanan lingkungan (siskamling).

Ajun Inspektur Dua Nurkholis, kepala unit Binmas Polsek Penengahan, menyebut sejumlah desa yang mengalami kasus pencurian ternak di antaranya Desa Kemukus di Kecamatan Ketapang, Desa Sumbersari Kecamatan Sragi dan Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan. Aksi pencurian tersebut hingga kini belum terungkap.

Pada kasus pencurian di Desa Kemukus dan Pasuruan pada akhir Agustus, terjadi dalam kurun waktu kurang dari dua pekan. Sementara, aksi pencurian di rumah warga yang digagalkan, berhasil mengamankan satu tersangka. Peningkatan kasus pencurian tersebut menjadi alarm bagi masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Omon Budianto, Kepala Dusun Sumbersari, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan, saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (30/9/2020). -Foto: Henk Widi

“Saat ini ekonomi sedang sulit, sehingga oknum yang tidak bertanggungjawab mencari kesempatan, sebagai antisipasi pencegahan niat jahat, setiap desa wajib menggiatkan Poskamling atau ronda malam,” terang Aipda Nurkholis, saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (30/9/2020) malam.

Kasus pencurian ternak dan buah pisang yang marak, diduga imbas siskamling yang kendor. Setiap dusun wajib mengatur jadwal ronda, sehingga warga akan memiliki tugas sesuai hari yang ditentukan. Setiap dusun yang belum memiliki pos ronda, sebutnya, wajib membangunnya. Sebab, pos ronda menjadi salah satu tempat untuk memantau aktivitas orang tak dikenal.

Menurutnya, selama masa pandemi Covid-19, pos ronda sekaligus menjadi posko gugus tugas. Selain untuk menjaga keamanan lingkungan, pemantauan bagi orang asing yang berasal dari luar daerah, terutama zona merah wajib diperhatikan. Masyarakat memiliki peranan dalam upaya meminimalisir angka kriminalitas yang meresahkan.

“Kegiatan ronda malam harus diiringi dengan petugas yang berkeliling untuk mencegah aksi kriminalitas,” tegasnya.

Siskamling yang ditingkatkan, menurut Aipda Nurkholis tidak hanya menekan angka kriminalitas. Sejumlah persoalan potensi gangguan di masyarakat, seperti perjudian, pencurian dengan kekerasan bisa diminimalisir. Ia menekankan, agar masyarakat bisa menjadi polisi bagi dirinya sendiri dengan cara menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Sambang sejumlah poskamling atau pos ronda, menurut Aipda Nurkholis dilakukan setiap malam. Kegiatan sambang tersebut sekaligus ajang sosialisasi pendisplinan protokol kesehatan (Prokes). Ia selalu menekankan, agar warga selalu memakai masker, cuci tangan dengan sabun, jaga jarak dan membawa masker.

“Kita tidak boleh lengah untuk menjaga keamanan, sekaligus agar tetap menjaga protokol kesehatan,” cetusnya.

Omon Budianto, Kepala Dusun Sumbersari, Desa Pasuruan, menyebut ronda telah dijalankan setiap malam. Sejumlah titik pos ronda rata-rata dijadwal sebanyak delapan warga. Pada satu dusun saja, ia menyebut empat pos ronda disiapkan. Prioritas pos ronda ditempatkan pada akses jalan masuk ke perkampungan dan titik perlintasan.

“Pos ronda sekaligus menjadi tempat untuk memantau aktivitas orang tak dikenal yang masuk ke desa ” cetusnya.

Setiap pos ronda, menurut Omon Budianto memiliki kentongan. Pada saat jam tertentu, petugas harus memukul kentongan sebagai penanda berkumpul dan informasi adanya kejadian. Meski demikian, saat ini sarana telepon seluler dan grup WhatsApp bertujuan mempercepat penyebaran informasi. Kewaspadaan akan modus tindak kejahatan dan informasi penting lain di-share di grup.

Lihat juga...