Pengelola Obwis di Lamsel Batasi Wisatawan dari Zona Merah

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Rencana Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) DKI Jakarta telah diantisipasi sejumlah pengelola objek wisata bahari di Lampung Selatan. Antara lain dengan membatasi wisatawan luar daerah, utamanya dari daerah Zona Merah Covid-19.

Rohmat, ketua keompok sadar wisata (Pokdarwis) Ragom Helau, menyebut antisipasi telah dilakukan dengan menunda reservasi wisatawan asal Jakarta.

Penundaan pemesanan atau reservasi secara online kerap dilakukan wisatawan sebelum berkunjung ke pulau Mengkudu. Sebab, pulau yang dikelola oleh Pokdarwis di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, tersebut memiliki fasilitas homestay dan tenda untuk menginap. Sejak pelonggaran aktivitas wisata, kunjungan wisatawan asal Jakarta, Banten dan Tangerang, meningkat.

Rahmat (kanan), ketua Pokdarwis Ragom Helau, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, pengelola objek wisata bahari pulau Mengkudu, Minggu (13/9/2020). -Foto: Henk Widi

Wisatawan yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya, menurut Rahmat diprediksi menurun. Faktor sulitnya keluar dan masuk area Jakarta dengan penerapan PSBB menjadi alasannya. Sebagai solusi, pengelola masih menerima wisatawan domestik asal sejumlah kota dan kabupaten di Lampung.

“Faktor kesehatan sangat kita utamakan, sehingga melihat perkembangan yang ada selama pandemi Covid-19, wisatawan asal zona merah seperti Jakarta dan kota-kota lain dibatas. Kita lihat dari domisili saat reservasi online. Bukan ditolak, tapi bisa menunda agar bisa datang ke pulau Mengkudu lain kesempatan,” terang Rohmat saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (13/9/2020).

Daya tarik pulau Mengkudu yang memiliki pasir putih, wahana rumah apung dan air jernih menjadi minat untuk berwisata. Sejak pandemi melanda, selama tiga kali penutupan objek wisata bahari dilakukan. Tahap pertama dilakukan sejak awal Maret hingga Juni, tahap ke dua dilakukan saat kondisi cuaca buruk awal Agustus.

Kawasan objek wisata pulau Mengkudu masih menerima wisatawan domestik. Protokol kesehatan (prokes) dilakukan dengan pengecekan suhu tubuh, wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan jaga jarak. Akses melalui pantai Belebuk menggunakan perahu dan jalur darat tetap dipantau dengan penerapan prokes.

“Wisatawan yang datang dipastikan dalam kondisi sehat, terutama dari zona hijau, dan sementara wisatawan dari zona merah dilarang masuk,” beber Rahmat.

Kunjungan wisatawan terbanyak ke pulau Mengkudu, menurut Rahmat terjadi bulan Agustus lalu. Saat libur tahun baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah, dalam satu periode liburan selama empat hari pengunjung mencapai 1.500 orang. Setelah itu, berangsur kunjungan landai pada angka ratusan pengunjung setiap akhir pekan.

Selain di pulau Mengkudu, antisipasi pendatang asal zona merah juga dilakukan pengelola objek wisata Minang Ruah. Alex Saiman, ketua Pokdarwis Minang Ruah Bahari, menyebut telah berkoordinasi dengan tim gugus tugas Covid-19. Pada tingkat desa, pemeriksaan bagi pengunjung kembali digencarkan terkait rencana PSBB DKI Jakarta.

“Sementara waktu wisatawan domestik yang diprioritaskan, namun tetap menjalankan protokol kesehatan,” bebernya.

Saat libur panjang tahun baru Islam Agustus lalu, Alex Saiman menyebut wisatawan asal Jakarta berkunjung ke pantai tersebut. Sejumlah homestay dan penginapan yang disediakan oleh pengelola mengalami tingkat okupansi yang tinggi. Namun jelang PSBB Jakarta, dominasi kunjungan wisatawan berasal dari Lampung, Banten.

Wahana permainan banana boat, objek foto, penangkaran penyu, menjadi salah satu daya tarik pantai Minang Ruah.

Namun terkait adanya pembatasan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19, pengelola tetap mengikuti aturan otoritas terkait. Penetapan pembukaan dan penutupan objek wisata, mengacu pada edaran Dinas Pariwisata Kabupaten Lamsel dan Provinsi Lampung.

Sebagai objek wisata alam, pengelola tetap melakukan pendisplinan prokes. Setiap pengunjung yang datang, wajib memakai masker. Bagi yang tidak memakai masker dianjurkan untuk membeli terlebih dahulu.

Di pintu masuk, pengelola telah menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun. Sejumlah saung yang disediakan diberi tanda agar pengunjung menjaga jarak.

Lihat juga...