Penyebaran Covid-19 Semakin Cepat, Walikota Malang Kampanyekan Masker

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Walikota Malang, Sutiaji, mengatakan perkembangan kasus covid-19 di kota Malang semakin hari semakin mengkhawatirkan. Belum lagi tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang masih berada di angka 60 persen.

Disebutkan, pada tanggal 2 Maret pertumbuhan kasus covid-19 masih tergolong lambat karena dari angka 2 kasus sampai menuju 50 ribu kasus membutuhkan waktu 112 hari. Kemudian di tahap yang kedua, dari 50 ribu ke 100 ribu kasus membutuhkan waktu 36 hari, semakin cepat penyebarannya.

Walikota Malang, Sutiaji, memasangkan masker kepada masyarakat yang tidak mengenakan masker di sekitaran Stasiun Kota Malang, Kamis (10/9/2020). Foto: Agus Nurchaliq

Selanjutnya dari 100 ribu menuju 150 ribu membutuhkan waktu 26 hari. Dan sekarang dari 150 ribu menuju angka 200 ribu kasus hanya membutuhkan waktu 17 hari.

“Itu artinya bahwa tidak menutup kemungkinan di saat kita tidak bersama-sama saling menjaga diri kita dan mengingatkan saudara yang tidak taat kepada protokol kesehatan, maka angka itu akan terus menerus bertambah dan penyebarannya semakin hari semakin luar biasa,” ucapnya dalam apel gelar pasukan kampanye pembagian sekaligus penggunaan masker secara serentak di halaman depan Balaikota Malang, Kamis (10/9/2020).

Klaster-klaster yang dulu tidak dikenal seperti klaster kantor dan klaster pelayanan publik, sekarang setiap hari terus ada penambahan kasus dari klaster-klaster tersebut. Bahkan menurut Sutiaji, pertumbuhan kasus covid-19 fluktuasinya pernah mencapai angka 63 kasus. Belum lagi tingkat kepatuhan masyarakat kota Malang yang masih berada di angka 55-60 persen terkait dengan covid-19.

Oleh sebab itu Sutiaji mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan terkait kepatuhan dan ketaatan terkait protokol kesehatan. Terlebih sekarang sudah ada Inpres 6 dan Perwal 30 yang nantinya oleh DPRD kota Malang akan diangkat menjadi peraturan daerah berkaitan dengan ketertiban umum, dimana ada salah satu klausul berkaitan dengan masalah protokol kesehatan.

“Inilah situasi di lapangan. Maka sudah menjadi keharusan bagi kita jika sulit menerapkan physical distancing, tapi paling tidak kita wajib memakai masker. Hari ini ada 40 ribu masker yang dibagikan dan kepada masyarakat kalau sudah punya masker harus dipakai,” tuturnya.

Sementara itu Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, mengatakan, terkait penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan tetap akan dilakukan oleh Satpol PP. Sedangkan dari pihak TNI dan Polri bersama-sama untuk back up.

“Bagi yang melanggar ada di sana yang namanya sanksi sosial dan sanksi berupa denda yang sifatnya tidak kumulatif tapi berdiri sendiri. Jadi kalau tidak mau dikenai sanksi sosial, maka pelanggar akan memilih untuk sanksi denda atau administrasi,” terangnya.

Lebih lanjut Leonardus juga mengilustrasikan terkait pentingnya menggunakan masker. Jika ada dua orang tidak menggunakan masker maka kemungkinan mereka terpapar covid-19, sekitar 75-100 persen. Kemudian jika dua orang salah satunya menggunakan masker, maka kemungkinan dia terpapar sekitar 25 persen.

“Sedangkan jika kedua orang menggunakan masker di bawah jarak 1 meter, mereka masih ada kemungkinan terpapar 5 persen. Tetapi jika dua orang menggunakan masker dengan jarak 2 meter, kemungkinan terpaparnya 0 persen. Ini simulasi yang disampaikan oleh WHO yang bisa menjadi pedoman bagi kita bahwa masker menjadi alat yang utama untuk mencegah covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...