Penyederhanaan Kurikulum tak Perlu Hilangkan Pelajaran Sejarah

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Guru besar Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Prof. Dr. Hibnu Nugroho SH. MH, mengatakan, sejarah merupakan bagian dari perkembangan peradaban yang tidak bisa diputuskan dengan perkembangan zaman sekarang.

“Semua orang harus tahu sejarah, terlebih dalam ilmu pengetahuan, perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini, tidak lepas dari sejarah ilmu terdahulu,” kata Prof. Hibnu, Kamis (24/9/2020).

Mengingat pentingnya sejarah ini, maka dalam ilmu hukum dikenal teori historical hukum, sebab ilmu hukum bersifat sejarah atau historical jurisprudence. Dimana sejarah perkembangan ilmu akan bertemu dengan perkembangan ilmu yang terkini.

Prof. Hibnu menyampaikan, sejarah sangat penting dalam berbagai aspek. Dalam perkembangan ketatanegaraan misalnya, tidak bisa lepas dari sejarah, kemudian sejarah pergerakan bangsa, sejarah nenek moyang dan lainnya, termasuk sejarah sisilah manusia.

“Seperti kehidupan yang ada fase-fasenya sendiri, jadi tidak mungkin kita melupakan sejarah silsilah nenek moyang kita serta sejarah semua hal yang berhubungan dengan kehidupan kita sekarang ini,” tuturnya.

Maka, lanjutnya, jika terjadi penghapusan mata pelajaran sejarah, akan terputus semuanya. Perkembangan keilmuan tidak lagi nyambung, generasi muda tidak lagi memahami sejarah pergerakan bangsa ini dan sejarah nenek moyangnya.

Serta tidak ada lagi penghargaan kepada para tokoh pendahulu yang sudah meletakkan dasar-dasar negara ini, para ilmuwan yang sudah meletakkan dasar-dasar keilmuan dan lain-lain.

“Jika sejarah dihapus, maka semua lini kehidupan akan kehilangan peradaban, nasionalisme juga akan luntur, karena sejarah merupakan bagian dari kecintaan terhadap tanah air,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu guru di Kabupaten Banyumas, Dewi Ratnawati, mengatakan, pelajaran sejarah sangat penting bagi generasi muda, terlebih untuk anak-anak usia sekolah. Sebab, mereka harus memahami sejarah bangsa ini, sejarah perjuangan kemerdekaan, sehingga tumbuh rasa cinta terhadap tanah air.

Tidak hanya itu, menurut Dewi, banyak sifat dan kisah heroik para pahlawan yang juga harus diteladani oleh generasi muda sekarang. Mulai dari semangat persatuan, kecintaan terhadap tanah air, perjuangan yang tidak mengenal putus asa dan lain-lain.

“Banyak hal baik yang bisa dipelajari siswa dari mata pelajaran sejarah, sehingga penyederhanaan kurikulum lebih baik tidak menghilangkan mata pelajaran yang bisa membangun karakter generasi muda kita,” tuturnya.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Lalu apa jadinya jika generasi penerus tidak mengenal para pendahulu mereka yang sudah meletakkan pondasi kokoh bangsa ini.

Lihat juga...