Penyelundupan Ribuan Burung Asal Sumatera Kian Marak

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Kekayaan keanekaragaman hayati atau biodiversity satwa pulau Sumatera rentan alami kerusakan. Berdasarkan catatan Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandar Lampung dominasi penyelundupan satwa liar jenis endemik Sumatera cukup tinggi. Kurun dua tahun sebanyak 66.309 satwa jenis burung berhasil diselamatkan.

Muhamad Jumadh, Kepala BKP Kelas I Bandar Lampung menyebut kurun 2019 sebanyak 24.448 ekor burung gagal diselundupkan. Hingga pekan pertama September 2020 penyelundupan 36.861 ekor satwa berhasil digagalkan. Selain burung juga jenis kura kura, ular, ikan dan berbagai jenis mamalia.

Sinergi lintas sektoral disebut Muhamad Jumadh dilakukan untuk melindungi biodiversity yang ada di Sumatera. BKP Bandar Lampung melibatkan unsur kepolisian, BKSDA Bengkulu Seksi 3 wilayah Lampung, Non Government Organisation (NGO) pemerhati satwa. Para pelaku sebagian telah ditindak sesuai UU No 21 Tahun 2019 Tentang Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan.

“Sistem pengawasan untuk mencegah penyelundupan satwa liar jenis burung endemik Sumatera dan biodiversity lainnya harus ditingkatkan untuk mencegah kepunahan sekaligus mendorong penyelamatan lingkungan,” terang Muhamad Jumad di Bandar Lampung, Rabu (9/8/2020).

Muhamad Jumadh (tengah) Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandar Lampung dalam kegiatan sistem pengawasan satwa liar, Rabu (9/9/2020). Foto: Henk Widi

Kolaborasi intelejen diakui Muhamad Jumadh telah dilakukan untuk mencegah penyelundupan satwa melalui pelabuhan Bakauheni yang dianggap sebagai jalur sutra. Berbagai modus  digunakan pelaku. Penguatan jejaring intelejen dilakukan untuk mendukung penegakan hukum. Perburuan di alam liar pada satwa endemik Sumatera berpotensi merusak habitat alami dan lingkungan.

“Penangkapan satwa memakai jebakan serta alat tangkap lain juga dapat mengakibatkan kematian pada satwa,” cetus Muhamad Jumadh.

Semakin maraknya penyelundupan satwa diakui Rusmaidi, kepala pos pengawasan satwa dan tumbuhan liar BKSDA Bengkulu Seksi 3 wilayah Lampung. Sebanyak ratusan ekor kura kura ambon, ular cincin, labi labi digagalkan saat akan dikirim ke Jawa.

“Satwa yang tidak berhasil kita amankan atau lolos diprediksi lebih banyak karena lemahnya sistem pengawasan,” terang Rusmaidi.

Sebagian satwa yang berhasil diamankan menurut Rusmaidi hingga awal September dilepasliarkan ke habitat asli. Lokasi pelepasan berada di Gunung Rajabasa serta sebagian dipelihara pada pusat penyelamatan satwa (PPS).

Nugraha Putra, koordinator wilayah NGO Flight Protecting Indonesia’s Birds menyebut satwa endemik Sumatera rentan diselundupkan. Permintaan tinggi dari penghobi dan kolektor memicu tingginya penyelundupan. Jenis burung dominan diminta berupa poksai, perkutut, murai, kutilang, cucak ranting, cucak hijau.

Tindakan tegas menurut Nugraha Putra harus dilakukan dengan memakai UU BKSDA dan Karantina. Sebab efek jera bagi pelaku belum maksimal dilakukan. Imbasnya sejumlah pelaku yang diamankan hanya bertindak sebagai pengemudi ekspedisi tidak tepat sasaran. Sosialisasi ke masyarakat untuk mencegah perburuan harus aktif dilakukan pemerintah daerah sekaligus memberi lapangan pekerjaan alternatif.

Lihat juga...