Perekonomian Sulteng di Triwulan II-2020 Hanya Tumbuh 0,06 Persen

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah, Abdul Majid Ikram – foto Ant

PALU – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat, pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut selama triwulan kedua 2020 hanya sebesar 0,06 persen.

Kondisinya mengalami penurunan dibandingkan triwulan I 2020. “Pertumbuhan ekonomi itu lebih rendah bila dibandingkan dengan Triwulan I 2020 yang sebesar 4,92 persen,” kata Kepala BI Sulteng, Abdul Majid Ikram, di Palu.

Penurunan itu menjadi dampak dari pandemi COVID-19, yang berpengaruh secara langsung terhadap kondisi perekonomian Sulteng. Secara sektoral, Majid menyebut, kontraksi pertumbuhan terjadi karena menurunnya Kinerja Lapangan Usaha (KLU) transportasi, konstruksi, pertanian, akomodasi, dan perdagangan. “Namun, kinerja sektor industri pengolahan masih tumbuh tinggi, membantu mendongkrak perekonomian Sulteng,” jelas Majid.

Tumbuhnya industri pengolahan, didorong oleh produksi perdana baja karbon, dan beberapa smelter nikel di Kabupaten Morowali. Pengaruh pertumbuhan ekonomi dari sisi pengeluaran, disebabkan oleh menurunnya tingkat konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, dan investasi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Akan tetapi, kinerja perdagangan luar negeri mengalami peningkatan yang turut dipengaruhi ekspor hirilisasi nikel dari Morowali. “Kami optimistis pertumbuhan ekonomi Triwulan III 2020 mengalami peningkatan walapun belum signifikan,” tandas Majid.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, ekonomi Sulteng di Semester I 2020 atau antara Januari hingga Juni 2020, tumbuh 2,36 persen, bila dibandingkan periode yang sama di 2019. Ekonomi Sulteng di Triwulan II 2020 diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, mencapai Rp40,23 triliun. Sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp27,70 triliun. (Ant)

Lihat juga...