Pertamina Minta Pembelian BBM tak Gunakan Jeriken

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG -PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) IV Jawa Bagian Tengah (JBT), kembali mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak membeli bahan bakar minyak (BBM), jenis apapun dengan menggunakan jeriken atau wadah berbahan dasar plastik.

Hal tersebut disampaikan Unit Manager Comm & Relations Pertamina MOR IV, Anna Yudhiastuti, menyikapi kasus terbakarnya satu unit kendaraan roda tiga pengangkut BBM, di Jalan Dr Cipto Semarang, pada Rabu (2/9/2020).

Unit Manager Comm & Relations Pertamina MOR IV, Anna Yudhiastuti, mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak membeli BBM, jenis apapun dengan menggunakan jeriken atau wadah berbahan dasar plastik, saat ditemui di Semarang, Rabu (2/9/2020). Foto: Arixc Ardana

“Pertamina kembali mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi, atau bahkan melarang konsumen membeli BBM jenis apapun, dengan menggunakan jeriken dengan bahan dasar plastik. Selain plastik mudah terbakar, adanya arus listrik statis di tubuh manusia juga dapat menyambar uap BBM yang keluar dari jeriken,” paparnya.

Dijelaskan, biasanya mereka yang ingin menjual lagi secara eceran, atau ada keperluan lainnya, membeli BBM dengan jeriken.

“Saya nyatakan lagi bahwa, menggunakan jeriken untuk menampung atau membeli BBM tidak disarankan karena bisa menimbulkan percikan api dan menyebabkan kebakaran kemudian,” tandasnya.

Sementara, dalam kasus kebakaran yang menimpa kendaraan roda tiga pengangkut BBM tersebut, terjadi tak lama setelah mengisi BBM di SPBU 44.501.37 Jalan Dr Cipto Semarang. Tak berselang lama setelah keluar dari SPBU , kendaraan tersebut langsung terbakar hebat.

Masyarakat sekitar sempat panik, tatkala kebakaran tersebut menyebabkan ledakan yang cukup kuat, hingga api membumbung ke angkasa. Tingginya suhu akibat kebakaran tersebut, turut membakar kabel telepon serta kabel listrik PLN hingga terputus.

Bahkan geber atau tutup warung makan yang berjualan di sekitar lokasi juga ikut terbakar, akibat loncatan api saat terjadi ledakan.

“Saya sedang menyiapkan bahan-bahan untuk buka warung, jadi ada di dalam. Tiba-tiba warga sekitar berteriak kalau ada kebakaran, pas saya keluar ternyata ada motor yang terbakar di depan warung saya,” papar Suripto, pemilik warung gule kambing sekaligus saksi mata.

Suripto, pemilik warung gule kambing sekaligus saksi mata, menjelaskan loncatan api akibat ledakan dari kendaraan yang terbakar, ikut membakar geber warung miliknya, saat ditemui di sekitar lokasi kebakaran, di Jalan Dr Cipto Semarang, Rabu (2/9/2020). Foto: Arixc Ardana

Melihat hal tersebut, dirinya bergegas memindahkan kendaraan miliknya yang terparkir di depan warung. Tidak berapa lama, kemudian terjadi ledakan. Loncatan api dari ledakan tersebut bahkan membakar geber atau tutup warung miliknya.

“Pas meledak, karena itu isinya bensin, apinya loncat ke mana-mana. Termasuk kena geber warung saya, sama warung sebelah. Warung soto. Langsung kebakar dan meleleh gebernya,” tambahnya.

Beruntung dari kejadian tersebut, hanya membakar geber warung dan bisa segera dipadamkan. “Sudah pesen lagi yang baru, mudah-mudahan besok sudah selesai dibuat,” tandasnya.

Sementara, Komandan Pleton 2 Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Kusdiyanto menjelaskan, setelah menerima laporan, pihaknya langsung menerjunkan satu unit mobil pemadam kebakaran.

“Kemungkinan penyebab kebakaran, dipicu dari penyimpanan BBM. Penampung itu diduga overheat (terlalu panas) hingga akhirnya menimbulkan kebakaran,” jelasnya.

Akibat kebakaran tersebut, satu unit kendaraan roda tiga terbakar habis, tinggal menyisakan rangka. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut.

Lihat juga...