Petani di Lebak Kesulitan Cari Pupuk Bersubsidi

Ilustrasi -Dok: CDN

LEBAK – Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi, sehingga biaya sarana prasarana produksi terjadi kenaikan, karena menggunakan pupuk nonsubsidi.

“Kita membeli pupuk NPK bersubsidi Rp2.000/kg, namun kini menjadi Rp11 ribu/kg karena pupuk nonsubsidi itu,” kata Ketua Kelompok Tani Sukabungah Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Selasa (1/9/2020).

Kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut dialami petani sejak Januari hingga Agustus 2020, dan mereka harus membeli pupuk nonsubsidi. Saat ini, harga pupuk nonsubsidi di pasaran cukup tinggi.

“Jika mengandalkan pupuk nonsubsidi, dipastikan petani harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk keperluan sarana produksi itu, katanya.

Menurut dia, biasanya biaya sarana prasarana produksi sebesar Rp11 juta karena mendapat pupuk subsidi, namun akibat kelangkaan pupuk di pasaran, bisa menembus Rp15 juta/hektare.

“Melonjaknya biaya produksi itu karena petani membeli pupuk nonsubsidi,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut tentu petani mengeluhkan kekhawatiran produksi dan produktivitas menurun, yang mengakibatkan pendapatan usaha tani merugi.

Saat ini, jenis pupuk bersubsidi yang menghilang di pasaran antara lain jenis pupuk NPK, Urea, Kasiel dan Pospat.

Mereka, petani, kini terpaksa membeli pupuk nonsubsidi, meski harganya cukup mahal dibandingkan bersubsidi.

“Meskipun harga pupuk nonsubsidi itu mahal, namun petani harus membelinya,” katanya menjelaskan.

Begitu juga Samian, seorang petani Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengatakan pihaknya kini membeli pupuk nonsubsidi setelah pupuk bersubsidi terjadi kelangkaan.

Sebab, petani di sini bila tidak menggunakan pupuk dikhawatirkan tanaman padi berkurang dan tidak subur hijau.

“Kami membutuhkan pupuk sekitar 300 kilogram/hektare jenis pupuk NPK, Urea dan Pospot,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, Nana Mulyana, mengatakan, alokasi pupuk bersubsidi 2020 untuk Lebak berkurang dibandingkan 2019 lalu.

Pengurangan alokasi pupuk bersubsidi tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) 01 Tahun 2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi.

Namun, pengurangan alokasi pupuk tersebut patut diapresiasi, karena hingga kini produksi pangan melimpah, hingga surplus selama 10 bulan ke depan.

“Kami minta semua kelompok tani bisa memproduksi pupuk organik, sehubungan jatah alokasi pupuk bersubsidi berkurang,” katanya. (Ant)

Lihat juga...