Petani Kebumen Diharapkan Serempak Tanam Padi Awal November

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

KEBUMEN – Pada mata tanam 1, para petani di Kabupaten Kebumen dan juga Purworejo diharapkan menanam padi serempak pada awal bulan November tahun ini. Hal tersebut terkait dengan ketersediaan air pada dua waduk yang menyuplai kebutuhan irigasi, yaitu Waduk Sempor dan Wadaslintang.

Kepala Sub Unit Pengelola Teknis (UPT) Waduk Sempor, Dermaji mengatakan, untuk masa tanam 1, air pada Waduk Sempor akan dialirkan setelah elevansi waduk mencapai 65.00 meter di atas permukaan laut (m.dpl) dan air di Waduk Wadaslintang dialirkan jika elevansinya sudah 165.00 m.dpl.

Kepala Sub Unit Pengelola Teknis (UPT) Waduk Sempor, Dermaji dijumpai di kantornya, Senin (14/9/2020). Foto: Hermiana E. Effendi

“Dari pantauan di lapangan, saprodi atau saran produksi padi seperti bibit, pupuk dan lainnya tersedia dan cukup. Sehingga diharapkan petani bisa tanam sepempak pada awal bulan November tahun ini,” kata Dermaji, Senin (14/9/2020).

Sementara saat ini kondisi air Waduk Sempor elevansinya 62.71 m,dpl dengan volume efektif 19.288 juta per meter kubik dan Waduk Wadaslintang 167.67 m.dpl dengan volume efektif 222.951 juta per meter kubik.

Lebih lanjut Dermaji menjelaskan, dari hasil evaluasi masa tanam II, untuk Wadas Lintang yang rencana awal mengairi 29.212 hektar tanaman padi dan 1.920 hektare tanaman palawija, terealisasi sebanyak 28.259 hektare tanaman padi dan 2.157 hektare palawija. Untuk lahan padi yang dibiarkan bero atau tidak ditanami seluas 697 hektare.

Sedangkan Waduk Sempor yang pada rencana awal di mata tanam II mengairi tanaman padi seluas 6.478 hektare, terealiasasi seluas 5.962 hektare ditambah dengan tanaman palawija 197 hektare. Dan lahan padi yang bero seluas 319 hektare.

“Kalau target rencana pengairan dari waduk relatif tercapai, bahkan untuk palawija melebihi dari rencana awal,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Dermaji juga menyampaikan rencana penutupan Waduk Wadaslintang yang akan dimulai tanggal 16 September mendatang. Dengan catatan jika elevansi tidak kurang dari 165.00 mdpl. Untuk Waduk Sempor sendiri sudah mulai ditutup sejak tanggal 1 September lalu, pada elevansi 62.73 m.dpl.

Selama penutupan waduk tersebut, lanjutnya, akan dilakukan kegiatan pemeliharaan turbin. Untuk unit 1 PLTA Wadaslintang, pemeliharaan turbin dilakukan mulai 14 – 20 September dan untuk unit II PLTA Wadaslintang dilakukan mulai 21 – 27 September.

Sementara itu, salah satu petani di Kebumen, Mugiono mengatakan, tanaman padinya sekarang sudah masuk usia hampir 3 bulan dan sebentar lagi panen. Meskipun sudah tidak terlalu banyak membutuhkan air, namun ia tetap berharap saluran irigasi masih dibuka. Sebab, jika tidak mendapat suplai air sama sekali, tanaman padinya yang siap panen bisa puso.

“Kita tetap masih butuh air irigasi, karena sekarang sudah tidak ada hujan,” katanya.

Lihat juga...