Petani Nduaria di Ende Belajar Cara Irigasi Tetes

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Sebanyak 15 perwakilan kelompok tani di Desa Nduaria, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur, bersama pemerintah desa dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kelimutu, melaksanakan kunjungan ke kebun irigasi tetes di Kelurahan Wailiti,Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

Kegiatan widia wisata ini dilakukan untuk belajar irigasi tetes di kebun irigasi tetes milik Yance Maring, yang menggunakan penyiraman tanaman menggunakan short message system (SMS) atau pesan pendek dan wifi.

“Kami ingin belajar mengenai tekonologi pertanian irigasi tetes karena di wilayah kami belum memilikinya, apalagi dengan metode penyiraman tanaman hanya dengan mengjrim SMS,” sebut Kepala Desa Nduaria, Simon Segu, Sabtu (19/9/2020).

Simon menyampaikan, wilayah Desa Nduaria banyak lahan kering sehingga cocok untuk pengembangan pertanian sistem irigasi tetes seperti yang dikembangkan Yance di lahan pertaniannya.

Kepala Desa Nduaria,Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui di kebun irigasi tetes milik Yance Maring di Kota Maumere, Sabtu (19/9/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Dia  mengatakan, para petani yang datang belajar irigasi tetes berasal dari kelompok tani, dan khususnya para kelompok tani yang mengikuti sekolah lapang.

“Rencananya, saat Musyawarah Dusun (Musdus) bila ada kelompok tani yang mengangkat masalah irigasi tetes dan mengusulkan, akan kami anggarkan melalui dana desa,” sebutnya.

Simon mengatakan, pada 2019 lalu pemerintah desa Nduaria juga menganggarkan Rp50 juta dari dana desa untuk mengadakan Sekolah Lapang (SL), dan pihaknya melihat potensi irigasi tetes sangat menjanjikan untuk dikembangkan di desanya.

“Kami merasa senang bisa belajar dan melihat langsung pertanian sistem irigasi tetes. Ini sebuah pengetahuan yang baru dan berharga bagi kami, untuk bisa dikembangkan di desa kami,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kelimutu, Heribertus Djogo, mengatakan sebanyak 49 kelompok tani  di Kecamatan Kelimutu sudah terdaftar di Kementrian Pertanian, sementara 20 kelompok taninya belum terdaftar.

Heribertus mengatakan, sebanyak 49 kelompok tani ini kegiatannya berjalan bagus, dan BPP Kelimutu rutin melakukan penyuluhan kepada setiap kelompoknya setiap bulan.

“Kami datang karena selama ini tekonologi irigasi tetes di Kecamatan Kelimutu belum ada. Kami merasa teknologi ini sangat membantu petani dan hemat tenaga kerja,” ujarnya.

Heribertus mengharapkan, agar setelah proses kunjungan lapangan ke kebun irigasi tetes dan berdiskusi dengan Yance Maring sebagai pemiliknya, para petani bisa menerapkannya di kebun mereka masing-masing.

Lihat juga...