Peternak Hindari Jerami Terkena Hama Wereng

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Imbas hama wereng sejumlah buruh dan peternak pencari pakan menghindari jerami yang telah dipanen. Hasan, salah satu pencari jerami asal Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan memilih jerami segar.

Jerami terkena hama wereng sebutnya memiliki karaktestik kering seperti terbakar. Selain kering, batang tanaman padi yang telah dipanen tersebut kerap lebih lemas karena roboh. Kandungan nutrisi pada jerami, daun sebutnya telah berkurang karena dihisap wereng hijau.

Aroma jerami yang terkena serangan hama wereng coklat atau Nilaparvata lugens kerap tidak disukai ternak. Jerami tersebut kerap akan dipisahkan dan dibakar usai panen.

Hasan dan pencari pakan ternak sapi menyebut memilih jerami yang masih berwarna hijau. Bahan pakan tersebut lebih banyak mengandung selulosa,protein yang dibutuhkan ternak sapi miliknya. Jerami yang telah dikumpulkan selanjutnya akan dikeringkan lalu diberikan ke ternak dengan proses fermentasi.

“Pernah mencoba memberikan jerami terkena hama wereng namun ternak kerap tidak memakannya,kini saat sebagian lahan pertanian padi terkena hama wereng harus mencari lahan petani yang bebas wereng,” terang Hasan saat ditemui Cendana News, Minggu (27/9/2020).

Imbas hama wereng, Hasan (kiri) dan pemilik ternak sapi melakukan pemilahan jerami yang hijau di Desa Pasuruan, Minggu (27/9/2020). -Foto Henk Widi

Dipilih sebagai alternatif pakan ternak, Hasan menyebut masih dominan memanfaatkan jerami. Meski demikian ia tetap memilih jerami yang kualitasnya bagus untuk diberikan langsung pada ternak. Jenis jerami yang masih berwarna hijau masih akan dicampur dengan sumber pakan hijauan lain. Hama wereng yang masih melekat di batang padi meski telah dirontokkan kurang disukai ternak.

Minat pencari pakan ternak pada tanaman padi terkena hama wereng berimbas limbah di lahan cukup melimpah. Saefudin, salah satu petani di Desa Tanjung Heran, Kecamatan Penengahan menyebut akan membakar limbah jerami tersebut. Meski lahan miliknya hanya sebagian terimbas hama wereng pencari pakan memilih mencarinya di tempat lain.

“Saat ini pilihan mencari jerami cukup banyak peternak akan memanfaatkan jerami yang masih berwarna hijau,” bebernya.

Pada kondisi normal para pencari pakan jerami kerap akan membantu petani. Sebelum mendapatkan jerami peternak akan melakukan proses perontokan dengan alat perontok khusus. Saefudin mengandalkan buruh panen yang melakukan perontokan dengan sistem borongan. Tenaga kerja pemanen padi akan mendapatkan hasil berupa gabah atau uang sesuai kesepakatan.

Selain berdampak bagi peternak,imbas hama wereng langsung berdampak bagi petani. Iis Sumaryanto, petani di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan. Batang padi atau jerami terkena hama wereng menurutnya sebagian ambruk dan seperti terbakar. Selain jerami hasil panen gabah dipastikan alami penurunan. Sebab bulir padi terimbas wereng tidak berbobot,memiliki kualitas gabah yang rusak.

“Karena ambruk dan telah dihisap bagian jerami oleh wereng warna beras berubah menjadi coklat kehitaman,” cetusnya.

Pada lahan setengah hektare tanpa ada serangan wereng ia bisa mendapat hasil 3 ton. Namun hama wereng menurunkan produksi hanya mencapai 2,5 ton. Proses pembersihan limbah panen berupa jerami sebutnya akan lebih lama. Sebelumnya jerami akan diangkut pemilik ternak kerbau,sapi. Namun jerami yang rusak oleh wereng kurang diminati. Ia memilih menjemurnya dan akan memusnahkan dengan cara membakar.

Lihat juga...